Malam HUT RI ke 80, Jumhur Hidayat: Kemerdekaan Harus Kembali Menjadi Milik Kaum Buruh dan Rakyat Kecil

Politik, Ragam616 views

REPUBLIKAN, Bandung –  Dalam suasana malam menjelang Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Tokoh Nasional buruh/pekerja Indonesia, Kang Moh Jumhur Hidayat, menggelar pertemuan kebangsaan yang penuh makna di kediamannya, kawasan Babakan Jeruk, Pasteur, Kota Bandung. Acara tersebut menjadi ajang refleksi dan evaluasi kritis atas perjalanan bangsa, dengan menghadirkan sejumlah tokoh buruh, penggiat lingkungan, pengusaha dan aktivis seperti Radhar Tribaskoro, Henda Surwenda, Agung Suyamal, Joko Suryono, Andri Perkasa, Deni Jasmara, Apipudin, Azhar Hariman, Arif Minardi, Daeng Wahidin, Mansur Riansyah, Ajat Sudrajat (SBSI 92) dan lain-lain.

Dalam diskusi kebangsaannya, Jumhur menekankan pentingnya mengembalikan semangat kemerdekaan kepada akar utamanya: rakyat, khususnya kaum buruh dan pekerja yang selama ini menjadi tulang punggung pembangunan tetapi kerap terpinggirkan dalam kebijakan negara.

“Kemerdekaan sejati bukan hanya bebas dari penjajahan fisik, tetapi juga bebas dari penindasan ekonomi, politik, dan budaya yang hari ini masih sangat nyata kita rasakan. Buruh, petani, nelayan, kaum miskin kota mereka belum sepenuhnya merasakan arti merdeka,” ujar Jumhur dengan nada tegas namun sarat keprihatinan, Sabtu (16 / 8/  2025).

Jumhur mengkritik keras kinerja penegak hukum dan kebijakan-kebijakan “aneh” para pembantu Presiden yang membuat kegelisahan di masyarakat.

“UU Cipta Kerja yang ditolak banyak elemen masyarakat masih terus dipaksakan. Sementara serikat buruh dilemahkan, dan upah layak terus menjadi mimpi bagi jutaan pekerja. Ini bukan wajah Indonesia yang diperjuangkan oleh para pendiri bangsa,” tutur Jumhur.

Lebih jauh, Jumhur juga menyampaikan kegelisahannya atas merosotnya kualitas demokrasi dan partisipasi rakyat dalam pengambilan keputusan publik. Ia menilai bahwa demokrasi telah direduksi menjadi ritual elektoral semata, tanpa makna substantif yang berpihak pada rakyat.

Namun demikian, Jumhur juga menebarkan harapan. Ia menyerukan kebangkitan gerakan rakyat dan pentingnya membangun kembali solidaritas dan persatuan nasional lintas sektor dari buruh, mahasiswa, petani, hingga masyarakat adat untuk menegakkan kembali nilai-nilai keadilan sosial dan kedaulatan rakyat.

“Tugas generasi kita hari ini adalah menjaga agar kemerdekaan ini tidak dikorupsi oleh segelintir elite. Indonesia harus dikembalikan menjadi milik semua anak bangsa, terutama mereka yang selama ini hanya menjadi penonton di negeri sendiri
” tegasnya.

Persatuan Nasional harus dimaknai sebagai kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam mencapai tujuan kemerdekaan bukan Persatuan para Elit Politik dan oligarki.

Acara malam itu ditutup dengan suasana penuh keakraban, serta penegasan komitmen untuk terus mengawal cita-cita Proklamasi menjadi penanda bahwa semangat perlawanan dan cinta tanah air belum padam, justru semakin menggelora di tengah tantangan zaman.[Joks/R]

Comment