by

Yanto Anggota DPRD Bandung Gelar Reses Masa Sidang II 2020-2021 Dikelurahan Pasawahan

REPUBLIKAN, Kab Bandung – Giat reses menjadi media untuk menyerap aspirasi secara langsung dari masyarakat. Dengan melaksanakan kegiatan itu, manyarakat bisa memberikan masukan atau menyampaikan keluhan mengenai persoalan yang ada di daerahnya.

Masa sidang II tahun 2020-2021 menjadikan saat yang tepat untuk menyerap aspirasi warga masyarakat, seperti yang dilakukan H.Yanto Setianto SE, MM anggota DPRD kabupaten Bandung juga selaku ketua komisi C. Ia menampung aspirasi di daerah pemilihan Dapil II, yang meliputi Kecamatan Katapang, Margaasih, dayeuhkolot dan Margahayu.

Kali ini reses dilaksanakan di gedung serbaguna kantor kelurahan Pasawahan, kecamatan Dayeuhkolot kabupaten Bandung, Sabtu (27/3/2021). Acara ini tetap dengan mematuhi protokol kesehatan, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun diair yang mengalir.

Kurang lebih 50 peserta dari warga masyarakat juga tim Bahaya (Baraya Haji Yanto) menghadiri kegiatan tersebut, juga hadir Babinsa, bhabinkantibmas pasawahan.

Banyak program aspirasi yang disampaikan pada kesempatannya haji Yanto memaparkan “Ketemunya kita hari ini mudah mudahan sebagai ajang silaturahmi dan menjadi barokah buat kita semua, yang penting bagi saya hari ini kita bisa bersilaturahmi, bertatap muka langsung dengan Warga masyarakat pasawahan”,ujar.

Lanjutnya, “Giat reses ini ketemunya anggota dewan dan konstituennya dalam penyampaian aspirasi, silahkan manfaatnya kewenangan saya, kebetulan saya ada di komisi C yang membidangi masalah infrastruktur, barangkali di warga ada rumah yang tidak layak silahkan mengajukan program rutilahu (rumah tidak layak huni), terus juga persoalan air yang sulit air bersih, silahkan bagi masyarakat yang ingin mengajukan sarana air bersih, mengenai drainase juga mengenai jalan gang yang rusak insyaallah akan saya perjuangan bersama Baraya Haji yanto”, terangnya.

Masih kata haji Yanto”, namun di tahun ini saya kecawa dengan kinerja para OPD yang lambat dalam pelaksanaan penanganan infrastruktur, yang memiliki masalah infrastruktur itu merupakan sudah jadi tugas saya sebagai komisi C dan tanggung jawab saya tanpa memandang siapa bupatinya, saya tadi belum sempat menyampaikan untuk tahun ini kami juga kecewa dengan beberapa dinas yang mana anggaran sudah tersedia program rekofusing sudah selesai tetapi kenapa pelaksanaannya masih tersendat-sendat dan menunggu-nunggu itu sehingga warga masyarakat yang memerlukan kegiatan yang diberikan pemerintah menjadi tertunda jalan banyak yang rusak yang seharusnya sudah diperbaiki ini sampai saat ini belum apa-apa drainase di kampung-kampung yang seharusnya saat ini sudah diperbaiki belum ada kegiatan apa-apa saya terus terang merasa kecewa berat dengan kinerja yang sangat lambat”, Ungkapnya.[red]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *