by

Dansektor 23 Kolonel Arh Wahyu Jiantono Tetap Bekerja Keras Mereboisasi Hutan Lahan Gundul

REPUBLIKAN, Kab Bandung – Ketika mata kita tertuju pada hijaunya dedaunan di hutan pegunungan wayang windu dan sejuknya udara sekitarnya, rasanya sulit kita memalingkan mata dan beranjak untuk pindah, seakan tidak berhentinya rasa syukur ini kita persembahkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kenikmatan yang tiada hentinya kepada kita manusia.

Dan berdosa rasanya kalau kita yang ber mukmin di situ dengan keberkahan alam nan indah tidak memeliharanya dengan baik.

Tapi itulah yang terjadi, tidak sedikit pula tangan-tangan kotor manusia yang merusak ekosistem dan konservasi hutan lahan yang sudah sedemikian indahnya diberikan Allah.

Sektor 23 Pembibitan sebagai Satuan tugas diberikan tugas untuk merehabilitasi hutan lahan gundul akibat ulah tangan manusia tersebut. Dalam periode 3 bulan terakhir ini, tidak kurang dari puluhan kasus penebangan pohon dan atau niat mematikan pohon dengan menyuntikan bahan kimia tertentu dan pengelupasan kambium yang dilakukan oleh oknum masyarakat yang hanya mementingkan kepentingan pribadinya.

Namun semua itu tak mengendurkan niat dan upaya konstruktrif dari Sektor 23 dibawah kepemimpinan Kolonel Arh Wahyu Jiantono SIP untuk tetap bekerja keras mereboisasi hutan tersebut.

Penyadaran kepada oknum masyarakat juga diberikan sebagai efek jera agar tidak mengulangi perbuatannya, dengan menanam kembali setiap pohon yg dirusak kehidupannya dengan hukuman 10 kali lipat menanam dan merawat sampai tumbuh subur dan memberikan pemahaman tentang manfaat hutan secara luas untuk kehidupan.

Sejalan dengan upaya rehabilitasi hutan lahan sebagai kegiatan harian, ada upaya cerdas Sektor 23 pembibitan Satgas Citarum Harum sesuai arahan Komandan Sektor untuk menyemai tanaman buah yang bisa tumbuh dan berbuah di ketinggian 1500 MDPL, disamping meneruskan upaya penyemaian tanaman kayu yang sudah ada.

” Kita disini semua bekerja untuk rakyat, itulah mengapa kalian ada disini, bekerjalah dengan mensurgakan tugas masing masing, tidak usah mengeluh, mari kita bantu mereka semaksimal kita bisa dengan menanam kembali tanaman yang bisa bermanfaat untuk menunjang kehidupan ekonominya, ujar Wahyu.

Lebih lanjut Komandan Sektor menyampaikan selain pembibitan pohon kayu keras, kita akan semai kalau perlu kita akan upayakan disini ada bibit tanaman alpukat unggul, petai, jengkol, nangka yang nanti kita akan tanam bersama masyarakat supaya masyarakat mau merawat karena tanaman tersebut bisa dimanfaakan buahnya untuk menunjang kehidupan sehari hari mereka.

Kondisi terkini, sudah lebih dari 10.000 pohon tanaman buah kami tanam sejak Oktober 2020 terdiri dari alpukat, nangka, petai dan jengkol. Salah satu favoritnya adalah pohon buah yang dikembangkan adalah jenis alpukat miki. Jenis ini termasuk tanaman alpukat yang tahan terhadap ulat karena mampu menghasilkan enzim antripotease, enzim ini dapat menimbulkan masalah pada pencernaan si ulat ketika memakannya, bahkan dapat membunuhnya,

Dari segi pengembang biakan tanaman, Alpukat miki termasuk golongan yang berumur genjah atau cepat berbuah ketika memasuki usia 3-4 tahun dengan tinggi pohon lebih kurang 2,5 – 3 meter Insyaallah berbuah asal dilakukan perawatan yang benar dengan pemupukan yang sesuai pula. ” Tambah Wahyu

Selain itu Keunggulan yang ada pada alpukat miki ialah daging buahnya yang sangat lezat, dan manfaat mengkonsumsi buahnya. Buah ini terdapat kandungan lemak baiknya, yaitu lemak tak jenuh tunggal. Buah ini juga mengandung karbohidrat, serat, dan protein yang penting untuk kesehatan tubuh. Selain mengandung nutrisi tersebut, alpukat mengandung kalium, magnesium dan aneka vitamin, seperti vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin E, termasuk sebagai antioksidan, mampu menangkal serangan Radikal bebas” Pungkasnya.[red]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *