by

Pengelola Pasar Caringin, Gerakan Hejo & Hejotekno Garap FS Sampah Ramah Lingkungan

REPUBLIKAN, Kota Bandung – Bertempat di ruang direksi BP3C (Badan Pengelola Pusat Perdagangan Caringin) di JI. Soekarno – Hatta Kecamatan Babakan Caringin, Bandung, pada Senin, 31 Agustus 2021, Agung Suryamal selaku salah satu pemilik Pasar Induk Caringin, didampingi A Syarief Hidayat S.E. Kepala BP3C, dan Yudi Kepala Bagian Kebersihan, menerima kehadiran Eka Santosa, Ketua DPP Gerakan Hejo, bersama rekannya Betha Kurniawan CEO Hejo Tekno merangkap Direktur PT. Top Tekno Indo selaku inventor dan produsen mesin pengolah sampah ramah lingkungan StungtaXPindad.

“Kami sambut baik kehadiran rombongan Kang Eka Santosa, hari ini bahasannya fokus bagaimana mengelola sampah di lingkungan kami. Lebih jauhnya silahkan hubungi Kang Syarif Hidayat,’ papar Agung Suryamal yang katanya pada sore harinya akan menerima tamu khusus dari negeri Korea Selatan.

Lebih jauh menurut Syarif Hidayat, usai hari ini bertemu dengan tim dari Gerakan Hejo dan Hejo Tekno:”Secepatnya, kedua belah pihak akan menginventarisasi kondisi lapangan, khususnya penempatan mesin insinerator StungtaXPindad yang kinerjanya sangat kami apresiasi, di antaranya ramah lingkungan – smokeless dan hemat enerji serta multiguna keluaraannya.”

Pada pihak lain Betha Kurniawan usai pembahasan rintisan kejasama antara BP3C dengan Gerakan Hejo dan Hejo Tekno:

“Anggaplah ini tahapan awal untuk mewujudkan feasibility study (FS) kerja sama. Setidaknya butuh lahan 1.000 m persegi, untuk mengolah terutama sampah organik (sayur/buah) dan sedikit non organik sekitar 70 – 80 ton per hari,’ jelas Betha Kurniawan dengan menambahkan – “BP3C tak perlu repot-repot mengadakan dana investasi. Justru kami yang akan membantu inves mesin dan lainnya, dengan syarat BP3C membuat regulasi secara internal’.

Sementara itu Yudi kepada redaksi menyambut baik idea penerapan mesin pengolah sampah ramah mesin pengolah sampah ramah lingkungan, yang diketahuinya sebagai insinerator sampah yang pertama di Indonesia, telah memperoleh SNI dari BSN (Badan Srandarisasi Nasional).

“Makanya sama-sama pihak kami dari BP3C akan melakukan kajian di lapangan untuk segera mewujudkan mesin pengolah sampah ini. Yakin bila ini terwujud, pasar kami akan semakin bersih dan efisien pula,’ tutupnya.[red]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *