Wujudkan CSR PT. Pertamina DPPU Husein Sastranegara Tanam Pohon Saninten dan Kopi di Hutan Lindung Perhutani Jabar

Lingkungan, Ragam428 views

REPUBLIKAN, Kab Bandung – PT. Pertamina DPPU Husein Sastranegara dalam konteks program CSR (Corporate Social Responsibility), telah menanam pohon langka saninten yang juga dikenal sebagai castanopsis argentea (Saninten/Brangan), Bertempat di Kebun Pinus Kampung Asrama Lembang, Kabupaten Bandung, Selasa (25/1/2022)

Lokasi penanaman saninten ini berada di Hutan Lindung milik Perhutani Jawa Barat, yang luasnya sekitar 1 ha. Sekedar info, castanopsis argentea atawa saninten ini, merupakan tanaman yang dapat tumbuh dengan tinggi mencapai 30 meter, dengan diameter dapat mencapai 60 sentimeter. Keberadaan saninten saat ini ber-status endangered versi IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources). Pilihan saninten ditanam di lokasi ini, diharapkan menjadi pakan alami bagi satwa liar hutan, di antaranya primata. Sejatinya, sebaran pohon ini di Indonesia dapat ditemui di kawasan hutan Sumatra dan Jawa.

Di Kebun Pinus Asrama Lembang, PT. Pertamina DPPU Husein Sastranegara selain menanam pohon saninten, juga dilakukan upaya pemberdayaan masyarakat, wujudnya dilakukan penanaman pohon kopi. Hal ini sebagai persemaian lini perekonomian berbasis hutan di sekitar area penanaman, tujuan lebih jauh diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar hutan lindung.

Flora-Fauna Seimbang

Menurut Kepala Seksi PSDH & PS Perhutani, Harry Soediana, “konsevasi pohon langka saninten adalah program CSR yang baru pertama kali dilakukan PT Pertamina DPPU Husein Sastranegara”. Selanjutnya, untuk penanaman dan pemeliharaan pohon saninten oleh PT Pertamina DPPU Husein Sastranegara dan Perhutani ini, bekerjasama dengan BIOpe Indonesia.

Sementara itu Operation Head PT Pertamina DPPU Husein Sastranegara, Oong Anam Hadi kepada redaksi memungkas dengan menambahkan:

“Kegiatan CSR perusahaan ini diharapkan turut serta dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati, yakni agar tercipta keseimbangan populasi flora dan fauna. Hal ini pun diupayakan sebagai dukungan terciptanya Tujuan Pembangunan Keberlanjutan (SDGs- Sustainable Development Goals) poin 15, yaitu Ekosistem Daratan”. [HS/Rls]

Comment