Serdik Syaiful Wachid Beri Ceramah Motivasi di Panti Asuhan Taman Harapan Muhammadiyah

Polri190 views

REPUBLIKAN, Bandung – Peserta Didik Sespimmen Lemdiklat Polri Dikreg ke-62 tahun 2022, Syaiful Wachid, SH., SIK., di tengah kondisi pandemi memberikan pemaparan rasa syukurnya karena masih bisa berbagi bersama saudara-saudara di Yayasan Taman Harapan Muhammadiyah, Sabtu, (13/8/2022).

Serdik Syaiful Wachid juga mengingatkan, agar selalu bersedekah dengan menyantuni anak yatim dikarenakan merupakan salah satu amalan yang dianjurkan di bulan Muharram.

“Muharram sebagai bulan pembuka tahun Hijriah memang sangat istimewa, bulan Muharram disebut juga sebagai Asyhurul Hurum atau bulan mulia,” kata Serdik Syaiful Wachid.

Lebih lanjut Serdik Syaiful Wachid mengatakan, anak yatim adalah mereka yang sudah tidak memiliki ayah maka merupakan kewajiban untuk mengasihi dan memberikannya nafkah kepada anak Yatim.

“Selain dicontohkan oleh Rasulullah, Allah SWT juga telah menyampaikan di dalam Al-Quran bahwa seorang muslim hendaknya memberikan kasih sayang kepada anak-anak yatim,” kata Serdik Syaiful Wachid.

Serdik Syaiful Wachid menambahkan, Allah SWT berfirman, ‘Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun, dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri’, (QS An-Nisa : 36).

“Besar harapan saya kegiatan ini dapat memberikan pelajaran bagi kita semua, bukan hanya bagi kalian tapi bagi saya juga,” kata Serdik Syaiful Wachid.

“Semoga dengan diadakannya kegiatan bakti sosial ini, dapat meningkatkan ketaqwaan kita semua kepada Allah
SWT, serta meningkatkan kepedulian untuk berbagi terhadap sesama,” kata Serdik Syaiful Wachid.

“Mudah-mudahan ketaqwaan kita terus meningkat kepada Allah SWT di bulan yang mulia ini, semakin peduli terhadap masyarakat dan menciptakan hubungan yang seimbang kepada Tuhan kita, serta Manusia, Habluminallah dan Habluminanas,” pungkas Serdik Syaiful Wachid. [rls]

Comment