by

Anggota DPR RI Mulyadi: Petuah Pak Harto Jadikan Prabowo Dihormati Kawan Dan Disegani Lawan

-Politik-65 views

REPUBLIKAN, Jakarta – Prabowo Subianto dikenal sebagai sosok jendral yang tegas, pengusaha besar dan politisi yang tangguh. Dihormati kawan dan disegani lawan.

Diungkapkan Anggota Bangar DPR RI, Mulyadi, kunci sukses Prabowo ternyata petuah Presiden RI ke-2 yang juga mertuanya, Soeharto.

“Kemarin malam saya menghadiri acara syukuran atas pengukuhan Pak Dasco (Sufmi Dasco) yang mendapat gelar Profesor dan Guru Besar di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia. Diacara itu Pak Prabowo hadir menyampaikan taklimat,” kata Muyadi dalam keterang tertulisnya, Selasa (27/09/2022).

Dalam taklimat itu, kata Anggota Komisi V DPR RI itu, Prabowo menyampaikan prinsip hidupnya yang di dapat dari Sang Mertua.

“Pertama, “ojo lali”( Jangan Lupa). Prinsip itu mempunyai makna, tidak boleh lupa akan keberadaan kita didunia ini. Dari mana kita berasal, hidup kita untuk apa, apa yang telah kita kerjakan selama hidup dan pada akhirnya kita akan kembali menghadap-Nya serta mempertanggunjawabkan apa yang pernah kita perbuat selama hidup di akhirat nanti,” tutur Mulyadi menirukan ucapan Prabowo.

Prinsip hidup Prabowo yang kedua, kata Mulyadi, adalah “ojo dumeh” ( Jangan Sok ). Pria asli Jonggol itu menjelaskan, prinsip hidup Prabowo itu mempunyai maksud bahwa kita tidak boleh arogan (sok) dalam kehidupan sehari-hari.

“Misalnya sok kuasa atas segalanya, karena kekuasaan yang kita miliki tidak akan pernah abadi. Masih ada kekuasaan yang kekal, yang serba MAHA, yaitu TUHAN,” ujar mantan Ketua DPD Gerinda Jabar itu.

Prinsip Prabowo yang ketiga, kata Mulyadi, adalah “ ojo ngoyo” ( Jangan Ambisius ). Dijelaskannya, prinsip ini mempunyai tujuan agar kita dalam menggapai suatu cita-cita, harapan dan keinginan tidak boleh terlalu berambisi karena sikap menghalalkan segala cara tanpa memperdulikan dampak dari perbuatan tersebut akan merugikan banyak orang termasuk diri sendiri.

“Alhamdulillah, tiga prinsip itu pula yang selam ini saya pegang,” demikian kata Mulyadi.[red]

Comment