Eks Direktur RSUD Sekarwangi ‘Terbawa’ diperiksa Kejaksaan. Terkait Dugaan Kasus SPK Fiktif Dinkes kabupaten Sukabumi

Hukum469 views

REPUBLIKAN, Sukabumi – Eks Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi, tinggalkan gedung Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, usai dimintai keterangan oleh pihak penyidik terkait dugaan SPK Fiktif di Dinas Kesehatan, Rabu (05/10/2022). Siang.

Dari pantauan awak media, terlihat (AL) eks Dirut RSUD Sekarwangi keluar dengan mengunakan topi putih memakai baju kemeja putih dan celana jeans meninggalkan gedung Kejari Kabupaten Sukabumi tepatnya pada pukul 14:30 Wib langsung menaiki angkutan umum jurusan Cibadak-Cisaat.

“Jadi terbawa-bawa diperiksa oleh penyidik kejaksaan terkait dengan kasus dugaan SPK Fiktif di Dinas Kesehatan,” kata AL, saat meninggalkan gedung kejaksaan kepada awak media dengan tergesa-gesa.

Sebelumnya, pihak Kejari Kabupaten Sukabumi mendapatkan laporan dari Masyarakat terkait dengan dugaan Surat Perintah Kerja (SPK) yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi pada tahun 2016 silam. Dari laporan tersebut disinyalir negara dirugikan sekitar Rp 25 milyar rupiah.

Kepala Sub Seksi Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejari Kabupaten Sukabumi, Elga Nur Fazrin mengatakan, laporan dari Masyarakat itu, nantinya, akan di proses sesuai dengan prosedur hukum tentu saja sesuai dengan petunjuk dari pimpinan.

“Ini semua atas perintah dari pimpinan yang mengeluarkan surat perintah penyelidikan untuk mengusut kasus dugaan SPK fiktif pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi,” ungkapnya, pada Senin (3/10/2022) kemarin, kepada awak media.

Lebih jauh Elga menjelaskan, dugaan kasus SPK fiktip tersebut statusnya masih dalam proses penyelidikan yang sedang dilakukan oleh bidang Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi.

“Saat ini, pihak penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengumpulkan keterangan maupun data dokumen. Kemudian akan kita analisa, apakah dugaan tersebut mengarah ke tindak pidana korupsi apa bukan, ini semua dalam rangka pelayanan kepada publik guna menentukan kepastian hukum” pungkasnya.[rt]

Comment