Merasa Tak Pernah Di Datangi Petugas REGSOSEK Warga: Mungkin Kami Bukan Penduduk Indonesia

Ragam413 views

REPUBLIKAN, Sukabumi – Salah seorang warga berinisial (DN) asal Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengaku tidak pernah di datangi oleh petugas Regsosek dalam program pendataan ekonomi tahun 2022 yang dilaksanakan secara serentak pada tanggal 15 Oktober sampai 14 November 2022.

Hal, tersebut disampaikan DN saat berada di kantor Desa yang berada di wilayah kecamatan Nagrak. DN mengaku tak pernah di data bersama warga lainnya yang ada dilingkungan tempat tinggalnya.

“Saya merasa tak pernah di kunjungi oleh petugas Regsosek, Dan itu pun di akui oleh warga lainnya, mereka juga mengaku hal yang sama, tak pernah ada kunjungan ke rumah mereka terkait pendataan Regsosek,” ungkap, DN kemaren, Senin (19/12/2022).

Lanjutnya, DN merasa merasa kecewa dan beranggapan bahwa ia bukan salah satu bagian dari penduduk Indonesia, jadi tak perlu untuk di data.

“Mungkin saya bukan penduduk Indonesia, jadi ngk perlu di data,” kata dia.

Sementara itu, dikutip dari halaman web Kominfo.go.id terkait dengan  Perlindungan sosial di Indonesia menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah menekankan pentingnya ekosistem pendataan perlindungan sosial yang terintegrasi secara menyeluruh diciptakan agar perlindungan sosial tepat sasaran. Oleh karena itu, inisiatif Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) dilakukan sebagai sinergi dan kolaborasi multi kementerian/lembaga dalam penyediaan data berkualitas. Regsosek diharapkan dapat menyediakan Satu Data Program Perlindungan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat.

Pelaksana Regsosek tergabung dalam Gugus Tugas Pendataan yang berkoordinasi dengan Penyelenggara Satu Data Indonesia. Kementerian/lembaga yang termasuk dalam gugus tugas adalah Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa PDTT, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Badan Pusat Statistik (BPS).

Langkah awal dalam pelaksanaan Regsosek 2022 adalah Pendataan Awal Regsosek yang dimulai hari ini, 15 Oktober 2022 hingga tanggal 14 November 2022. BPS mengemban tugas melakukan pendataan tersebut berdasarkan Inpres No 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem dan arahan Presiden dalam Rapat Terbatas tanggal 15 Februari 2022. Pendataan awal Regsosek merupakan pendataan seluruh penduduk yang mencakup seluruh profil dan kondisi sosial ekonomi. Informasi yang dikumpulkan dalam pendataan ini, di antaranya adalah kondisi sosioekonomi geografis, kondisi perumahan dan sanitasi air bersih, kepemilikan aset, kondisi kerentanan kelompok penduduk khusus, informasi geospasial, tingkat kesejahteraan, dan informasi sosial ekonomi lainnya. Cakupan Pendataan Awal Regsosek adalah seluruh keluarga di 514 kabupaten/kota se-Indonesia.

Hasil Regsosek akan menyajikan peringkat kesejahteraan setiap penduduk. Pengelolaan data hasil Regsosek dilakukan dengan prinsip integritas dan interopabilitas, sehingga hasilnya diharapkan dapat dimanfaatkan secara luas oleh para pengambil kebijakan. Dengan pemanfaatan data oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga tingkat desa/kelurahan, hasil Regsosek diharapkan dapat meningkatkan keefektifan program-program intervensi pemerintah. Kegiatan Regsosek pun tidak sebatas pendataan, namun merupakan pengelolaan data secara berkelanjutan. Pemutakhiran data Regsosek akan dilakukan secara berkala dan mandiri melalui Monografi Digital Desa/Kelurahan.

Kegiatan Regsosek yang menjadi prioritas pemerintah ini tentunya memerlukan dukungan dan komitmen seluruh pihak yang terlibat untuk menyukseskan kegiatan ini, mulai dari pendataan, pemanfaatan, hingga pemutakhiran data. Pada pendataan awal, partisipasi aktif seluruh masyarakat Indonesia untuk menerima kedatangan petugas Regsosek di rumah serta menjawab pertanyaan dengan benar dan jujur juga sangat dibutuhkan untuk menghasilkan data yang akurat dan berkualitas.

Sementara ini, saat awak media mencoba mengkonfirmasi ke pihak BPS kabupaten Sukabumi, sampai saat ini, Kepala BPS kabupaten Sukabumi belum bisa dihubungi.[rt]

Comment