Sambut Usia Emas, Prodia Gelar Seminar Nasional di Kota Sukabumi

Ragam731 views

REPUBLIKAN, Kota Sukabumi – Memasuki usia ke 50 tahun. PT Prodia widyahusada TBK akan mengelar serangkaian kegiatan sepanjang tahun 2023. Dengan mengusung tema “personal and precise partner for your health“ , seluruh rangkaian kegiatan ditunjukan untuk menonjolkan eksistensi Prodia sebagai mitra kesehatan terpercaya masyarakat agar terus sehat dan dapat melangkah lebih jauh bersama prodia, Sabtu (25/02/2023).

Prodia telah membuktikan eksistennya sebagai pelopor layanan kesehatan dengan jejaring layanan teluas dan Terbesar di Indonesia. Hinga saat ini, proadia telah memiliki 276 cabang yang terbesar di 75 kota dan 79 kabupaten di seluruh Indonesia. Visi sebagai center of excellence, proadia berkomitmen untuk mendukung peningkatan 0/kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dengan memfasilitasi seminar nasional yang akan di adakan pada 50 kota di Indonesia dengan nara sumber sesuai topik yang akan dibahas.

Seminar nasional ini juga menjadi salah satu kesempatan bagi proadia mengajak pelangan dan masyarakat umum untuk secara aktif berpatisipasi dalam menjaga kesehatan mengenal kondisi tubuh sendiri untuk dapat mengambil keputusan megenai kesehatan mereka dengan prodia yang siap mengiringi langkah masyarakat indonesia untuk melangkah lebih jauh dan menjadi personal and precise partner.

Kota Sukabumi menjadi kota kedua seminar nasional Prodia bertema “mengenal penyakit autonimun apa saja bahayanya?“ Narasumber dalam seminar kali ini adalah dr. Affan ahmadi Sp.Pd M.Kes, finasim dan Riska Widyasari, S. Si., Bertempat di Sunda Rasa Resto Sukabumi, seminar yang turut didukung oleh roche diagnostics Indonesia, illumina dan PT. Saba lndonesia ini mengundang 100 peserta offline pada tanggal 25 Februari 2023 . Selain mendapatkan pengetahuan mengenai penyakit aotoimun, peserta juga berkesempatan untuk melakukan pemeriksaan kolesteol total, tigliresida, SGPT (hati), kreatinin (ginjal), dan gula darah.

Dalam kesempatan ini dr. Affan Ahmadi menjelaskan, bahwa penyakit tersebut menyerang dan menyebabkan gangguan pada sistem kekebalan tubuh.

“Outoimun merupakan penyakit yang diakibatkan sistem gangguan kekebalan tubuh (imun). Penyakit ini belum diketahui penyebab pastinya, sehingga sangat penting untuk mendapat informasi terkait penyakit aotoimun tersebut,” Kata dia dihadapan para peserta.

Dijelaskan juga bahwa penyakit. aotoimun yang sering di temukan adalah sytemic lupuserythematosus (SLE) yang sering kita sebutan penyakit lupus dan Rheumatoid arthritis atau yang biasa kita kenal dengan rematik. Padahal terdapat lebih dari 80 type penyakit aotoimun, salah satunya penyakit lupus yang memiliki angka kejadian 0,5 % dari total penduduk. Di ketahui pula bahwa prevalensi penyakit aotoimun pada wanita lebih tinggi jumlahnya di bandingkan pria. Melalui pemaparanya, dr.Affan Ahmadi menyatakan bahwa penting bagi masyarakat untuk mengetahui informasi seputar penyakit aotoimun agar dapat melakukan pencegahan sejak dini.

“Aotoimun menjadi penyakit yang belum di ketahui pasti penyebabnya, selain dari genetik itu sendiri. Sebuah penelitian membuktikan bahwa ternyata defisiensi vitamin D salah satu faktor resiko seseorang terkena penyakit ini. Oleh karena itu sangat penting bag masyarakat untuk mengetahui informasi seputar aotoimun ini. Mulai dari faktor resiko, bagaimana pencegahannya, hingga pengelolaan penyakit bagi mereka yang memang sudah terdiagnosis. Selain itu, Prodia juga berupaya mengedukasi masyarakat mengenai beberapa gejala aotoimun yang mungkin terjadi,” pungkasnya.[bud]

Comment