Bantuan Rutilahu Tak Kunjung Datang, Warga Pagerwangi Bandung Barat Menunggu Janji Renovasi

Ragam, Sosial325 views

REPUBLIKAN, Bandung Barat – Sekitar satu tahun lalu, Tiah wanita setengah baya, puteri dari Sariah (68 thn) Warga Kampung Tugu Laksana RW 11 RT 4 Desa Pagerwangi Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengungkapkan, pihaknya pernah didatangi beberpa pihak yang mengatakan, “Jangan dulu dibongkar Bu, kalau bongkar rumah ini sehari juga beres, tunggu dulu saja biar beres prosedur dan urusannya.

Sariah sendiri ditemui para awak Media, Senin, (17/7/2023) di kediamannya yang sejak empat bulan lalu dijanjikan rumahnya yang berukuran 5 X 7 m2 akan diperbaiki oleh pihak Desa Pagerwangi.

“Sedari dulu hanya janji, data sudah beberapa kali dikirimkan ke kantor Desa, hasilnya hanya janji saja,” kata Sariah yang didampingi menantunya Miswan.

“Saya yang memberikan data ke Kantor Desa Pagerwangi tentang perbaikan rumah ini berkali-kali, anggarannya katanya sekitar 7,5 juta, tapi berbulan-bulan tidak ada kabar,” ungkap Miswan.

Miswan sendiri dapat menebak anggaran program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) untuk mertuanya Sariah dikarenakan Miswan sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan.

“Jadinya saya tahu persis perbaikan rumah mertua saya sekitar 7,5 juta rupiah, dan semua data sudah dikirimkan ke Kantor Desa Pagerwangi,” ungkap Miswan.

Temuan kasus Rutilahu di Kampung Tugu Laksana dan Bukanagara, Desa Pagerwangi, Lembang KBB merupakan salah satu contoh kasus program perbaikan Rutilahu di lapangan.

Selain kasus Rutilahu, ditemukan kasus Gapura di Desa Pagerwangi, “Pokoknya terus tertunda, dan ada dugaan ketidakjelasan penggunaan anggaran Gapura sekitar 15 juta rupiah, Gapura seharusnya terpasang di RW 2, RT 1 Kampung Bukanagara Desa Pagerwangi, namun sejak 2021 Gapura ini tida jelas juntrungannya,” kata salah satu sumber sembari menunjukkan bukti foto kegiatan di BPD Kantor Desa Pagerwangi, yang sudah diganti oleh papan bor yang baru dengan anggaran 2022/2023.

Kasus lainnya yang ditemukan di Desa Pagerwangi adalah keluhan warga berupa ketidakcocokan antara program air bersih, yaitu pembuatan sumur bor di tanah wakaf di RW 02, RT 05 Bukanagara.

“Sebelumnya pada papan bor di Badan Permusyawaratan Desa sudah tercantum anggarannya pada 2021/2022 sebesar 36 juta rupiah, namun realisasinya di lapangan semerawut,” katq salah satu sumber sembari menunjukkan foto kegiatan di BPD Kantor Desa Pagerwangi yang saat ini sudah berubah menjadi baru yakni tahun 2022/2023.

“Pokoknya sekarang di papan bor Kantor BPD Pagerwangi sudah berubah, rincian soal Rutilahu di Kampung Tugu Laksana, Gapura dan sumur bor di Bukanagara, semula pada 2021/2022, kini sudah dihapus, sekarang ini yang tahun 2022/2023,” kata petugas di Kantor BPD Pagerwangi yang tidak mau disebutkan namanya.

Melengkapi investigasi, pada Selasa, (18/7/2023), para awak media mencoba mengkonfirmsi tentang mandeknya program Rutilahu untuk lansia Sariah warga Kampung Tugu Laksana, RW 11, RT 4 di Pagerwangi, Lembang KBB.

Pagi harinya para awak media telah mengontak Ketua RT 4 dengan baik, namun ketika menyinggung soal program Rutilahu di lingkungannya, mendadak nomor kontak Ketua RT 4 sulit dihubungi.

Ketika para awak Media ingin mengkonfirmasi sedikitnya tentang tiga hal yang menjadi pangkal pertanyaan warga Desa Pagerwangi KBB, pada Selasa siang, (18/7/2023) pada jam kerja, para awak Media mencoba mengontak nomor telepon resmi Kepala Desa Pagerwangi KBB, namun nomor tersebut tidak dapat dihubungi.[R]

 

Comment