Bersama Eros Djarot & Tokoh Jabar Jalankan FGD ‘Gerakan Nasional Bumikan Trisakti

Politik430 views

REPUBLIKAN, Bandung – Sejumlah tokoh adat dan budayawan nasional serta Jawa Barat, pada 21 Agustus 2023 di Hotel Grand Preanger Jl. Asia Afrika 81 Kota Bandung, Jawa Barat, sukses melangsungkan sawala berupa Focus Group Discussion (FGD), dengan tajuk ‘Gerakan Nasional Bumikan Trisakti’.

“Saya berharap konsep Trisaksi itu jangan menjadi jargon politik belaka. Kan, yang ada di depan mata sederhana saja ya? Kalau bicara kemandirian ekonomi, kita tidak bicara secara substantif. Contoh, pada pasal 33 ayat 2 dan 3 kebanyakan ditafsirkan hanya sekedar ilusi. Nah, supaya tidak terjadi secara ilusi itu, diadakanlah FGD ini,” papar Eros Djarot yang dikenal sebagai budayawan dan politikus Indonesia.

Lebih lanjut masih kata Kang Eros Djarot panggilan akrab di Tanah Pasundan, menilik pada momen FGD ini yang dianggapnya sebagai sesuatu yang penting, salah satunya demi melangsungkan pewarisan nilai-nilai dari para founding father atau Bapak Bangsa kita:

“Nah, dari FGD ini kami semakin yakin, kembali hadir semangat baru lebih mencintai Indonesia, sekaligus muncul semangat saling melengkapi. Saya sendiri sampai saat ini, masih belajar …” ujarnya dengan nada low profile.

Pantauan redaksi dari sekitar 50-an peserta FGD, tampak di antaranya elemen masyarakat dari Forum Diskusi Sinergi (FDS), Gerakan Bhineka Nusantara (GBN), Gerakan Masyarakat Bumikan Trisakti, Komunitas Jawa Barat Sejati (KJS), dan unsur masyarakat lainnya. Sementara para tokoh yang hadir selain nara sumber Eros Djarot, juga tampak Dr. Abdi Yohana, Prof. Sulasman, Prof. Ajid Tohir, Dr. Virna Sulfitri, berikut dr. Andi Talman Nitidisastro selaku keynote speaker FGD.

Diakui menurut Andi Talman, proses yang terjadi dalam FGD ini, dari semua nara sumber dan para penanggap, seluruh pendapatnya akan dicatat dan dirumuskan untuk disampaikan kepada Presiden RI, sebagai bahan perbaikan menuju Indonesia Emas 2045, diantaranya:

“contoh kecil, sistem ekonomi kita saat ini masih jauh dari rasa keadilan. Ini seperti yang tertuang dalam konsep Tri Sakti dari Bapak Bangsa kita,” ujarnya dengan menambahkan – “Banyak hal tadi, diungkap secara tajam, amatilah penerapan koperasi di negara kita. Petani itu, seharusnya bisa lebih sejahtera, pun BUMN tidak boleh semata berazaskan profit oriented,” terangnya.

Sementara itu Aam Abdusalam selaku Ketua Penyelenggara FGD, berharap momentum para tokoh ini dari pembahasan yang berlangsung serius dan mendalam,“kembali bisa menumbuhkan enerji spiritual bangsa, demi menuju Indonesia Emas 2045 mendatang.”

Secara terpisah duo peserta FGD pasangan masing-masing Budi Radjab yang dikenal sebagai staf pengajar jurusan Antropologi Fisipol Unpad, didampingi rekannya aktivis sekaligus politisi Henda Surwenda, menanggapi dengan kritis kebobrokan sistem atau tata kelola ekonomi berbasis koperasi di negara kita:

“Intinya, sistem ekonomi koperasi kita itu teu baleg (tak becus – red), semuanya jauh panggang dari api. Ya sangat jauh dari sistem ekonomi mandiri seperti yang dicita-citakan oleh Bapak Bangsa Kita Ir. Soekarno, termasuk Bung Hatta. Makanya, tadi saat FGD ini kami kritisi secara mendalam, tujuannya demi perbaikan ke depan secara segera, tak boleh ditunda lagi,” tegas Budi Radjab yang diamini rekannya Henda Surwenda.[red]

Comment