Kontroversi Praktik Dokter Bodong di Sukabumi: Puskesmas Dalam Pertanyaan

Uncategorized253 views

REPUBLIKAN, SUKABUMI – Sejumlah wartawan menggali informasi terkait isu dugaan praktek dokter bodong di wilayah Kabupaten Sukabumi. Jum’at (15/09/23).

Mereka Sambangi Puskesmas Kabandungan untuk meminta konfirmasi terkait pembinaan dan jejaring rekomendasi Surat Izin Praktek (SIP) dan Surat Tanda Registrasi (STR).

Namun, upaya untuk berbicara dengan kepala Puskesmas Kabandungan terhambat kami diketemukan dengan seseorang yang mengaku bernama Deden, ia mengaku sebagai kepala tata usaha (TU). Deden terindikasi arogan dalam menghadapi wartawan, meskipun awak media datang dengan baik. Padahal puskesmas memiliki peran dalam memantau dan membina kesehatan di wilayah ini.

“Kami tidak bisa berbicara terkait isu dokter bodong, silahkan hubungi yang bersangkutan, ” ketusnya.

Dalam konteks ini, dr. Asep, Ketua IDI Kabupaten Sukabumi, menekankan pentingnya memiliki SIP dan STR bagi setiap dokter yang berpraktik.

“Bahwa jika terdapat kasus oknum dokter bodong, itu menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan di wilayah masing-masing. Sebagai contoh, puskesmas memiliki peran dalam memantau dan membina potensi-potensi kesehatan di wilayah mereka.”jelasnya.

Padahal kami selaku jurnalis ingin mencerminkan informasi pentingnya transparansi dalam praktik medis. Pihak Puskesmas Kabandungan tidak kooperatif dengan media dan otoritas kesehatan untuk mengatasi dugaan praktik dokter bodong.

Semua dokter harus mematuhi peraturan dan memiliki SIP serta STR untuk menjaga kualitas layanan kesehatan masyarakat.

 

Laporan : Bud

Comment