Kasatpol PP Jabar Ade Afriandi Prihatin Muara Sungai Cimandiri Terpapar Sampah

REPUBLIKAN – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Barat, M.Ade Afriandi, prihatin melihat kondisi muara Sungai Cimandiri, Kampung Sidat sampai dengan Sungai Cibutun, sepanjang 2500 meter.

Keprihatinan Kasatpol PP Provinsi Jawa Barat,M.Ade Afriandi itu, ketika melakukan kegiatan patroli wasdak sampah di Pesisir Kabupaten Sukabumi. Ade melihat kondisi muara Sungai Cimandiri dipenuhi hamparan sampah plastik, kain dan sisa pohon, potongan kayu, bambu, batok kelapa.

“Saya sangat prihatin melihat kondisi serupa itu.Itu, akibat ulah segelintir oknum masyarakat pembuang sampah disembarangan tempat, diantaranya ke sungai”,ucap Ade.

Pada kegiatan pembinaan dan penyuluhan (binluh) dan patroli wasdak sampah di Pesisir Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi itu, berlangsung Kamis (12/10/203) sd Jum’at (13/10/2023). Satpol PP Provinsi Jawa Barat, bersama unsur Satpol PP Kabupaten Sukabumi dan unsur DKP Provinsi Jawa Barat/UPTD.

Pada kesempatan berlangsungnya kegiatan, Kasatpol PP Provinsi Jawa Barat,M.Ade Afriandi menyempatkan berdialog langsung dengan salahseorang warga bernama Heri Kumis yang sejak 17 tahun tinggal di Kampung Sidat.

Dalam dialog itu terungkap sampah yang memenuhi Sungai Cimandiri sudah sejak belasan tahun.

Sebagian oknum masyarakat membuang sampah sering terjadi mulai dari Jembatan Citatih, Jembatan Cisareuh, Jembatan Cimandiri dan Jembatan Cidadap.

Di beberapa lokasi jembatan tersebut, diperparah tidak adanya lampu penerangan jalan (JPU) dan lampu larangan.

Dengan tidak adanya lampu penerangan disekitar lokasi itu,para oknum masyarakat pembuang sampah tidak terkontrol.

Pada kesempatan itu juga, disinggung permasalahan menggunungnya sampah di beberapa titik lokasi, disebabkan oleh personil, alat berat, dump truk, pengeruk dan sarana pengangkutan terbatas. Biaya operasional dan operasi berakhir 14 Oktober 2023.

Dalam acara dialog itu, diungkapkan pula saran jangka 3 bulan pengerukan dan pengangkutan sampah pesisir ke TPA Cikembang, memerlukan dukungan alat berat, dump truk, personil dan anggaran operasi
Jangka waktu 6 bulan, dibuat kawat pelindung jembatan untuk menghalangi buang sampah ke sungai, penerangan jalan CCTV area jembatan dan bak sampah sebagai TPS komunal.

Sedangkan jangka 12 bulan, budayakan pemilahan/pemilihan sampah mulai dari rumah, sekolah, hotel dan kantor.

Dibuat kawat penghalang disetiap area jembatan untuk menghalangi buang sampah ke sungai, dibangun akses jalan ke pesisir Loji untuk monitoring dan penanganan sampah dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi adopsi pengelolaan sampah Kabupaten Banyumas.[r]

Comment