Anggota DPRD Jabar Enjang Tedi Sikapi Polemik IKM Sentra Cabai Garut

Politik306 views

REPUBLIKAN, Garut – Sengketa lahan antara Pemprov Jabar dan Pemda Garut yang digunakan untuk program IKM sentra cabai di Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang, disikapi anggota DPRD Jawa Barat dari F-PAN, Enjang Tedi.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi V Enjang Tedi meminta Pemerintah Kabupaten Garut dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk segera duduk bersama dan mencari jalan keluar perihal proyek pembangunan IKM (Industri Kecil Menengah) sentra cabai saat ini menjadi polemik dan perbincangan hangat.

Prinsipnya, kata Enjang Tedi, sengketa lahan antara Pemkab Garut dan Pemrov Jabar harus segera berembug untuk cari jalan keluar sengketa lahan IKM sentra cabai demi kepentingan masyarakat Garut.

Selain tidak boleh mengabaikan kepentingan masyarakat Garut, lanjutnya, penggunaan lahan milik Pemprov yang masih atas nama milik Pemda Garut tersebut juga tidak boleh mengakibatkan ada kerugian negara.

Enjang Tedi menyampaikan, Pemda Garut harus mengakui tidak cermat ketika menentukan lokasi IKM sentra cabai yang lahannya sudah dirusilag jadi lahan milik Pemprov Jabar sebagai pengganti lahan yang digunakan untuk Pasar Cikajang.

“Pemda Garut harus mengakui tidak cermat saat menentukan lokasi IKM sentra cabai di lahan yang riwayat kepemilikannya sudah diruislag jadi lahan milik Pemprov, pengganti lahan yang digunakan untuk pasar Cikajang,” ujar Enjang Tedi, Rabu (18/10/ 2023).

Enjang Tedi mendukung komitmen Bupati Garut yang akan mengalokasikan anggaran 2024 untuk pembelian lahan pengganti yang digunakan program IKM sentra cabai tersebut.

“Bupati sempat menyatakan, lahan pengganti tersebut akan digunakan untuk pengadaan unit Sekolah Baru SMAN/SMKN . Pernyataan ini disampaikan Bupati Garut ke media,” jelasnya.

Enjang Tedi berharap komitmen Bupati Garut tersebut bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk kepentingan pengembangan SDM masyarakat Garut.

Di sisi lain, lanjutnya, Pj Gubernur dapat menerima tawaran Pemda Garut tersebut. Tapi dengan syarat, pengganti lahan diarahkan untuk keperluan pengembangan sentra bibit kentang.

Kemudian sebagian lahan pengganti dapat digunakan untuk pendirian USB SMAN/SMKN agar bisa mengkover 17 desa yang pada saat PPDB tidak terakomodir jalur zonasi di 3 kecamatan Cigedug, Cikajang dan Cisurupan. [R]

Comment