Membuka Jalan Pendidikan, Kisah Donasi Guru untuk Siswa Prasejahtera di SMAN 1 Parakansalak

Edukasi340 views

REPUBLIKAN, SUKABUMI – Di tengah tantangan finansial yang dihadapi oleh sejumlah siswa, sebuah inisiatif luar biasa dari kepala sekolah bersama para guru telah menyalurkan bantuan kepada siswa yang kesulitan dalam memenuhi biaya sekolah. Bantuan ini berasal dari infak, sodakoh, dan zakat yang dikumpulkan oleh para guru juga ASN. Selasa (28/11/23).

Didin Jamaludin, Kepala SMAN 1 Parakansalak, mengungkapkan bahwa bantuan ini telah memberikan dorongan besar bagi 28 hingga 50 siswa setiap tahunnya. Bahkan, beberapa di antara mereka sudah berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi berkat bantuan tersebut.

Sejak tahun 2021 hingga kini, lebih dari 70 juta telah disalurkan kepada siswa kurang mampu. “Bantuan ini sangat berarti bagi mereka yang mungkin tidak mampu membiayai pendidikannya sendiri,” ujar Didin Jaenudin.

Dalam pengelolaan dana yang terkumpul, rata-rata sekitar 50 ribu per hari atau 200 ribu per minggu dari zakat bulanan mencapai sekitar 2,7 juta per bulan. Total keseluruhan donasi tersebut mencapai sekitar 3,5 juta setiap bulannya, menunjukkan komitmen yang besar dari para pendukung.

Bukan hanya para guru, tetapi juga staf keamanan, petugas kebersihan, dan tenaga lainnya di sekolah ini juga turut serta dalam memberikan bantuan untuk kemajuan siswa. “Sekolah ini sepenuhnya gratis mulai dari bangunan hingga biaya bulanan, namun tantangan terbesar adalah biaya transportasi siswa,” tambahnya.

Salah satu siswa yang mendapat manfaat dari bantuan ini adalah Muhammad Acep Abdurrahman, seorang siswa kelas XII IPS 1 yang sebelumnya hampir berhenti sekolah karena kesulitan finansial. “Saya merasa terbantu dengan bantuan untuk transportasi dari para guru karena ayah saya hanya seorang guru ngaji,” ungkap Acep.

Dari total 1180 siswa, sebanyak 750 di antaranya adalah siswa reguler, sementara sisanya adalah siswa SMA terbuka. Acep tidak sendirian, beberapa siswa lain seperti Syifa Khaulah (kelas XII IPA) dan Revi Alyazahra Febriany (kelas X 2) juga mendapat manfaat dari program ini.

Bantuan ini tidak hanya sekadar materi, tetapi juga telah membawa semangat baru bagi siswa-siswa seperti Acep yang kini kembali bersemangat untuk mengejar pendidikannya. Dukungan dari sekolah, guru, dan seluruh staf telah memberikan dampak positif yang besar bagi masa depan para siswa.

(Dev/Bud).

Comment