Jumhur Hidayat Kunjungi Wanadri, Dialog Lingkungan Hidup dan Masa Depan Republik

REPUBLIKAN – Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengunjungi keluarga besar Wanadri, Selasa (29/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum dialog mengenai persoalan lingkungan hidup sekaligus berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menjaga keberlanjutan alam dan kehidupan masyarakat.

Di tengah para penempuh rimba yang dikenal memiliki tradisi kepencintaalaman, patriotisme, dan kepedulian terhadap lingkungan, Jumhur berdiskusi mengenai posisi lingkungan hidup dalam pembangunan Indonesia.

Wanadri sebagai kelompok kegiatan kepencintaalaman memiliki sejarah panjang dalam kegiatan penjelajahan alam, pendidikan, kemanusiaan, serta pelestarian lingkungan. Karena itu, pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang bertukar pandangan mengenai hubungan antara kelestarian alam, masyarakat, dan masa depan republik.

Dalam dialog tersebut, isu lingkungan ditempatkan sebagai bagian penting dari kehidupan berbangsa. Kerusakan hutan, pengelolaan sumber daya alam, serta kebutuhan menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan menjadi bagian dari perhatian dalam perbincangan.

Jumhur Hidayat sendiri dikenal memiliki latar belakang aktivitas gerakan sosial dan demokrasi sebelum menjalankan tugas pemerintahan. Dalam kapasitasnya sebagai Menteri Lingkungan Hidup, ia kini membawa isu lingkungan ke dalam ruang kebijakan publik yang lebih luas.

Pertemuan dengan Wanadri juga mempertemukan dua pengalaman yang berbeda namun memiliki irisan kepedulian terhadap Indonesia: pengalaman gerakan sosial dan kebangsaan di satu sisi, serta tradisi kepencintaalaman dan pengabdian di alam terbuka di sisi lainnya.

Dialog berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Bagi keluarga besar Wanadri, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk membicarakan tantangan lingkungan hidup dari perspektif mereka yang selama puluhan tahun berinteraksi langsung dengan hutan, gunung, sungai, dan berbagai bentang alam Indonesia.

Lingkungan hidup, dalam konteks tersebut, tidak semata-mata dipandang sebagai persoalan ekologis. Ia juga berkaitan dengan keberlangsungan kehidupan masyarakat, tata kelola sumber daya alam, serta arah pembangunan Indonesia ke depan.

Kunjungan Jumhur ke Wanadri diharapkan dapat membuka ruang dialog yang lebih luas antara pemerintah, komunitas kepencintaalaman, dan berbagai elemen masyarakat sipil dalam membangun kesadaran serta kebijakan lingkungan yang berkelanjutan.[R]

Comment