Gut Health Testing Dinilai Bantu Perkuat Diagnosis Penyakit Saluran Cerna

Ragam251 views

REPUBLIKAN – Perkembangan teknologi diagnostik mendorong pemanfaatan gut health testing untuk membantu dokter memahami kondisi saluran cerna secara lebih komprehensif. Pemeriksaan biomarker dan mikrobiota usus dinilai dapat menjadi salah satu pendukung dalam proses diagnosis, penentuan terapi, hingga pemantauan kondisi pasien.

Hal tersebut menjadi salah satu topik yang dibahas dalam Seminar Nasional Dokter ke-20 yang digelar PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) di el Hotel Bandung, Sabtu (3/10/2026). Mengangkat tema “Integrating Innovative Gut Health Testing Into Daily Practice”, seminar tersebut mempertemukan tenaga medis dari berbagai disiplin ilmu untuk membahas perkembangan pemeriksaan kesehatan saluran cerna dan penerapannya dalam praktik klinis.

Gangguan saluran cerna seperti nyeri perut, diare, konstipasi, dan kembung kerap memiliki gejala yang serupa. Namun, penyebab di balik keluhan tersebut dapat berbeda sehingga diperlukan pendekatan diagnostik yang tepat untuk membantu dokter menentukan tata laksana pasien.

Dr. Mona Yolanda, M.Si. mengatakan perkembangan ilmu kedokteran menuntut tenaga medis untuk terus memperbarui pengetahuan dan kompetensinya.

“Melalui Seminar Nasional Dokter ini, Prodia ingin menghadirkan ruang diskusi ilmiah mengenai berbagai inovasi pemeriksaan laboratorium yang dapat mendukung diagnosis lebih akurat, membantu memahami kondisi pasien secara komprehensif, serta menunjang pengambilan keputusan klinis yang berbasis bukti,” ujarnya.

Salah satu pembicara, dr. Nenny Agustanti, Sp.PD-KGEH, menjelaskan gangguan keseimbangan mikrobiota usus atau gut dysbiosis diketahui memiliki keterkaitan dengan berbagai penyakit inflamasi saluran cerna maupun kondisi sistemik.

Menurutnya, pemeriksaan laboratorium yang tepat dapat membantu dokter memperoleh gambaran lebih mendalam mengenai kondisi pasien sehingga penatalaksanaan dapat dilakukan secara lebih terarah.

“Gejala saluran pencernaan sering kali terlihat sama meski penyebabnya berbeda. Tes laboratorium seperti analisis biomarker dan mikrobiota usus sangat membantu dokter dalam mendiagnosis, memilih terapi yang tepat, dan memantau hasil pengobatan,” jelas dr. Nenny.

Selain aspek mikrobiota, faktor nutrisi juga menjadi bagian penting dalam pembahasan kesehatan saluran cerna. dr. Shiela Stefani, Sp.GK, dalam paparannya mengenai perspektif nutrisi dan metabolik, menekankan hubungan antara asupan nutrisi, metabolisme, keseimbangan mikrobiota, dan proses inflamasi di dalam tubuh.

Pendekatan nutrisi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien, kata dia, dapat menjadi bagian dari strategi penanganan yang lebih personal, terlebih bila didukung oleh informasi dari pemeriksaan laboratorium.

Sementara itu, Riska Widyasari, S.Si., membahas pemanfaatan fecal biomarkers atau biomarker feses dalam mengevaluasi kesehatan saluran cerna. Pemeriksaan tersebut menjadi salah satu pendekatan laboratorium yang dapat memberikan informasi tambahan dalam menilai kondisi intestinal.

Seminar Nasional Dokter Prodia telah diselenggarakan secara konsisten selama dua dekade sebagai bagian dari upaya perusahaan mendukung pendidikan medis berkelanjutan dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.

Selain kegiatan ilmiah, Prodia juga memperkuat ekosistem layanan digital bagi tenaga medis melalui aplikasi Prodia for Doctor. Platform tersebut menyediakan akses terhadap informasi pemeriksaan laboratorium, layanan diagnostik, serta berbagai fitur yang ditujukan untuk mendukung praktik klinis secara lebih efisien.

Seminar Nasional Dokter ke-20 di Bandung juga menjadi bagian dari rangkaian roadshow ilmiah Prodia di 10 kota besar di Indonesia sepanjang 2026. Kegiatan tersebut ditujukan untuk memperluas akses tenaga medis terhadap perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi laboratorium.[R]

Comment