Menteri Pariwisata RI Resmikan EIGER Nature di Megamendung, Serap 600 Tenaga Kerja Lokal

Ragam39 views

REPUBLIKAN – Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana meresmikan EIGER Nature di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/10/2026). Destinasi wisata berbasis alam dan petualangan ini diharapkan menjadi daya tarik baru pariwisata Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Peresmian EIGER Nature yang dikembangkan EIGER Group tersebut dihadiri sejumlah pejabat negara, pimpinan TNI, tokoh nasional, serta tokoh masyarakat Jawa Barat. Kehadiran destinasi ini menandai pengembangan bisnis EIGER dari penyedia perlengkapan kegiatan luar ruang menjadi pengelola destinasi wisata berbasis alam.

Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, serta mantan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno.

Turut hadir Pangkostrad ke-48 Letjen TNI Iwan Setiawan, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, mantan Danjen Kopassus Jenderal TNI (Hor) Agus Sutomo, mantan Wakil Kepala BIN Jenderal TNI (Purn.) I Nyoman Cantiasa, dan Danrem Bogor Brigjen TNI Thomas Rajunio.

Hadir pula Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Bupati Bogor Rudy Susmanto, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono, serta sejumlah tokoh masyarakat dan budayawan Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Widiyanti menyambut baik kehadiran EIGER Nature. Menurutnya, pengembangan destinasi wisata alam dan petualangan sejalan dengan tren pariwisata global yang semakin mengutamakan pengalaman autentik, personal, dan berkelanjutan.

Ia mengapresiasi langkah EIGER Group yang mempersiapkan pengembangan destinasi tersebut selama kurang lebih lima tahun sebelum memasuki tahap peluncuran.

Widiyanti menjelaskan, berdasarkan Indonesia Tourism Outlook 2026–2027, wisata ramah lingkungan menempati peringkat ketiga, sedangkan wisata alam dan petualangan berada pada peringkat kelima dalam lima tren utama pariwisata Indonesia.

Sementara itu, hasil Agoda Sustainable Travel Survey 2026 menunjukkan bahwa 93 persen wisatawan Indonesia mempertimbangkan aspek keberlanjutan ketika menentukan pilihan perjalanan.

Menurut Widiyanti, perkembangan tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat daya saing pariwisata melalui pengembangan destinasi yang menawarkan pengalaman berkualitas sekaligus memperhatikan kelestarian lingkungan.

Kementerian Pariwisata, lanjutnya, terus mendorong investasi untuk menghadirkan destinasi baru, meningkatkan daya tarik wisata, memperpanjang lama tinggal wisatawan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Ia menyebutkan, realisasi investasi sektor pariwisata nasional pada 2025 mencapai Rp73,56 triliun, meningkat 56,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Adapun pada semester pertama 2026, investasi sektor pariwisata mencapai Rp39,68 triliun atau tumbuh 16,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Salah satu dampak yang diharapkan dari pengembangan EIGER Nature adalah terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Widiyanti mengungkapkan, destinasi tersebut telah menyerap sekitar 600 tenaga kerja lokal. Jumlah itu diharapkan meningkat hingga 2.000 orang seiring dengan pengembangan investasi tahap berikutnya.

“Tadi saya tanya dengan Bapak, ada 600 pekerja di sini adalah penduduk setempat dan mudah-mudahan dengan investasi tahap berikutnya bisa mencapai 2.000 orang,” ujar Widiyanti.

Penyerapan tenaga kerja tersebut diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, mulai dari terbukanya kesempatan kerja hingga tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta jasa pendukung pariwisata di kawasan Megamendung dan sekitarnya.

Meski demikian, Widiyanti mengingatkan bahwa pengembangan destinasi berbasis alam harus dilakukan dengan memperhatikan daya dukung lingkungan, konservasi ekosistem, mitigasi risiko bencana, serta keselamatan wisatawan.

Menurutnya, pertumbuhan pariwisata harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Founder & Chairman EIGER Group Ronny Lukito menegaskan bahwa pengembangan EIGER Nature dilakukan dengan mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan, khususnya karena kawasan tersebut berada di zona pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Ronny menjelaskan, berdasarkan keterangannya, penggunaan lahan untuk pembangunan di kawasan tersebut baru mencapai sekitar 1,5 persen, sementara ketentuan yang berlaku disebut memungkinkan pemanfaatan hingga 10 persen.

“EIGER Nature berjanji, berkomitmen akan sangat berhati-hati di dalam pengembangan, apalagi yang ada di kawasan hutan,” kata Ronny.

Sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan, pengelola telah melakukan penanaman sekitar 120.000 pohon tegakan dan delapan juta tanaman penutup tanah.

EIGER Nature juga menerapkan sistem pengelolaan air melalui pembangunan sumur resapan dan kolam retensi. Langkah tersebut ditujukan untuk mengendalikan limpasan air sekaligus mempertahankan fungsi ekologis kawasan.

Komitmen tersebut menjadi aspek penting dalam pengembangan destinasi wisata alam, mengingat keberlangsungan usaha pariwisata sangat bergantung pada kualitas lingkungan yang menjadi daya tarik utamanya.

CEO PT EIGER Ekowisata Nusantara Imanuel Wirajaya mengatakan, EIGER Nature direncanakan mulai dibuka secara bertahap untuk masyarakat pada Senin (2/11/2026).

Destinasi ini mengandalkan panorama alam pegunungan, termasuk pemandangan Gunung Pangrango, sebagai salah satu daya tarik utama bagi pengunjung.

“Aset utama dari EIGER Nature ini, kita selalu mengatakan, aset utama adalah alamnya,” ujar Imanuel.

Ia berharap EIGER Nature tidak hanya menjadi alternatif tujuan wisata baru, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang mendorong masyarakat untuk lebih mengenal dan menghargai alam Indonesia.

Selain menawarkan pengalaman wisata, destinasi tersebut diharapkan menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya pelestarian lingkungan dan budaya.

Imanuel menambahkan, pengembangan EIGER Nature diarahkan untuk melibatkan masyarakat sekitar sehingga keberadaan destinasi ini dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung pengembangan ekowisata berkelanjutan di Kecamatan Megamendung.

Kehadiran EIGER Nature kini membawa harapan baru bagi pariwisata Bogor. Namun, keberhasilan destinasi ini tidak hanya akan diukur dari jumlah kunjungan dan pertumbuhan investasi, melainkan juga dari kemampuannya menjaga kelestarian alam, memberdayakan masyarakat, dan memastikan bahwa manfaat ekonomi berjalan seiring dengan tanggung jawab lingkungan.[R]

Comment