Polres Cianjur Berhasil Menangkap Terduga Pembunuhan Warga Bandar Lampung di Hotel Cipanas

Polri522 views

REPUBLIKAN, CIANJUR – Polres Cianjur berhasil meringkus terduga pelaku pembunuhan warga Bandar Lampung berinisial AR usia 32 tahun di Hotel Koneng Cipanas, Jum’at (23/02/2024).

Kapolres Cianjur, AKBP Aszhari Kurniawan, menjelaskan, kasus tersebut berhasil diungkap atas kerja keras Sat Reskrim Polres Cianjur bekerjasama dengan Dir Reskrimum Polda Jabar dan Polsek Pacet, dugaan peristiwa pembunuhan tersebut dilatar belakangi oleh adanya suatu perilaku yang menyimpang.

Kasus tersebut terjadi pada tanggal 21 Februari 2024 sekitar pukul 07.45 WIB di Hotel Koneng Kampung Cilengsar Desa Gadog Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur, adapun korban berinisial AR 32 tahun warga Teluk Betung Selatan Kota Bandar Lampung Provinsi Lampung, sementara diduga pelaku berinisial YD usia 24 tahun warga Kampung Cilengsar Desa Gadog Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur.

“Adapun modus operandi yaitu pelaku ini melakukan pembunuhannya bermula dari komunikasi melalui salah satu media sosial dimana pelaku ini membuat status bahwa bilamana ada yang ingin melakukan perbuatan menyimpang disebutkan dalam status tersebut seperti BDSM, slave dan sebagainya. Korban pun tertarik dan kemudian mengirimkan pesan kepada pelaku di media sosial akhirnya terjadilah perjanjian untuk bertemu untuk melakukan perbuatan menyimpang itu di Cianjur,” ucap Kapolres pada saat konferensi pers di Mapolres Cianjur.

Sambungnya Kapolres, jadi korban jauh – jauh dari Lampung datang ke Cianjur namun sebelumnya dalam komunikasi pelaku meminta kepada korban untuk menyiapkan peralatan – peralatannya diantaranya lakban, pakaian kain dan topeng.

Saat berkomunikasi via media sosial pelaku dan korban membuat kesepakatan bilamana korban bisa memuaskan akan diberikan uang 1 juta rupiah oleh pelaku, namun sebaliknya jika korban tidak bisa memuaskan korban harus memberikan uang 1 juta rupiah. Akhirnya setelah semua peralatan disiapkan dan dikirim ke palaku, korban datang ke Cianjur dan bertemu di tempat yang sudah ditentukan dan kemudian terjadilah perbuatan menyimpang tersebut.

“Saat melakukan perbuatan menyimpang tersebut, korban diikat atau dililit menggunakan kain dan lakban namun pada saat melakukan perbuatan menyimpang tersebut ternyata korban ini kencing sehingga membuat pelaku marah. Karena pelaku marah kepada korban, pelaku oergi dari kamar tersebut dan meninggalkan korban dalam keadaan terlilit kain dan lakban termasuk juga wajah korban, korban ditinggalkan dalam keadaan lemas,” jelasnya Aszhari

Lanjutnya, Aszhari mengatakan, setelah pelaku meninggalkan korban, esok harinya pelaku berusaha untuk menghubungi pihak hotel untuk menyampaikan bahwa ada tamu hotel yang butuh bantuan di kamar tersebut dan menemukan korban sudah meninggal dunia.

“Untuk motif pembunuhannya dikarenakan pelaku merasa sakit hati atau marah karena tidak sesuai dengan kesepakatan bahkan malah sikorban kencing mengenai pelaku sehingga korban ditinggalkan pergi dalam keadaan terikat dan terbungkus kain dan lakban, bahkan ada bekas lakban dileher korban sehingga korban diduga meninggal dunia akibat kehabisan nafas,” ucap Kapolres.

Tambahnya, Perlu saya sampaikan disini bahwa berdasarkan pengakuan pelaku, pelaku ini sudah melakukan kegiatan perilaku menyimpang dengan cara BDSM ini kurang lebih sudah 10 kali, namun kegiatan menyimpang dengan cara lebih ekstrim tersebut baru dilakukan kali ini.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman maksimal selama 15 tahun penjara.

(Widi)

Comment