Musda XII SOKSI Jabar, Dedi Mulyadi Tegaskan Kekayaan Alam Harus Dinikmati Masyarakat

Politik2 views

REPUBLIKAN, Kota Bandung — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam yang dimiliki suatu daerah harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat setempat. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) XII Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Jawa Barat di Hotel Horison Bandung, Sabtu (29/8/2026).

Dalam sambutannya, Dedi menyoroti pentingnya membangun kemandirian energi di tingkat desa melalui pemanfaatan potensi lingkungan yang tersedia, termasuk energi air dan energi terbarukan lainnya.

Menurutnya, masyarakat yang hidup di sekitar sumber daya alam tidak boleh hanya menjadi penonton, sementara manfaat ekonomi dinikmati pihak lain.

“Ketika rakyat punya energi listrik, ketika rakyat punya energi air, ketika rakyat punya energi lingkungan, maka rakyat setempatlah yang harus paling banyak menikmati energi itu,” ujar Dedi.

Ia menilai salah satu persoalan yang masih terjadi di berbagai daerah adalah kemiskinan di tengah melimpahnya sumber daya alam. Dedi mencontohkan wilayah yang memiliki tambang pasir, batu, maupun emas, tetapi masyarakatnya tidak memperoleh manfaat yang sebanding dengan dampak yang ditimbulkan.

“Kalau di situ ada galian pasir, orang situ tidak mendapatkan pasir murah. Yang didapat justru hilangnya air, rusaknya ekosistem, dan kerusakan infrastruktur,” katanya.

Dedi juga menyinggung wilayah Sukabumi, Cianjur, dan Garut yang menurutnya memiliki kekayaan alam sangat besar, namun kerap menghadapi berbagai persoalan lingkungan dan bencana.

“Kenapa keluhan di media sosial saya banyak datang dari Sukabumi, Cianjur, dan Garut? Karena di situ kekayaan alamnya besar, tetapi kerusakan lingkungannya juga luar biasa akibat eksploitasi yang tidak terkendali,” ungkapnya.

Menurut Dedi, pembangunan di Jawa Barat harus berlandaskan prinsip keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan. Ia menegaskan tidak ingin pembangunan hanya berorientasi pada eksploitasi sumber daya alam tanpa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Terkait rencana perluasan pertambangan emas di Cianjur, Dedi mengaku masih sangat berhati-hati dalam memberikan rekomendasi. Ia menginginkan adanya keterlibatan masyarakat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maupun pemerintah daerah agar keuntungan dari pengelolaan sumber daya alam dapat dirasakan langsung oleh warga.

“Saya ingin rakyat mendapatkan manfaat dari hasil emasnya. Jangan sampai kekayaan alam diambil, sementara masyarakat hanya menerima dampaknya,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga mengajak peserta Musda SOKSI untuk membangun pola pikir pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan dan nilai-nilai peradaban. Menurutnya, pembangunan yang baik bukan hanya meninggalkan bangunan fisik, tetapi juga warisan nilai, kesejahteraan, dan lingkungan yang tetap terjaga bagi generasi mendatang.

Musda XII SOKSI Jawa Barat dihadiri pengurus dan kader SOKSI dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat. Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus membahas berbagai gagasan pembangunan daerah yang berpihak kepada masyarakat.[R]

Comment