Enjang Tedi Anggota DPRD Jabar Sambangi Anak Korban Kekerasan di RSUD dr Slamet Garut

Hukum, Politik613 views

REPUBLIKAN, Garut – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi V Enjang Tedi sambangi Olga Risnawati (14) di RSUD dr Slamet Garut Jawa Barat korban selamat dari aksi pembunuhan yang menewaskan sang ibu Neneng (43) pada Kamis (9/5/2024) malam.

Kedatangan Enjang Tedi sendiri untuk memastikan bahwa anak korban kekerasan mendapatkan haknya yang tertera di Peraturan Daerah (PERDA) Provinsi Jawa Barat Nomor 3 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak.

“Anak korban kekerasan harus mendapatkan rehabilitasi dari pemerintah daerah yakni rehabilitasi kesehatan, fisik dan mental, termasuk perlindungan kesehatan tanpa dipungut biaya sepeserpun,” kata Enjang Tedi.

Jadi kata Enjang ketika perawatan anak dari awal masuk hingga sembuh harus mendapatkan perlindungan dari pemerintah daerah. Namun ketika berbincang-bincang dengan keluarga korban Enjang mendapatkan fakta bahwa anak korban kekerasan sempat dipersulit dan masuk ke RSUD dr Slamet dengan jalur umum.

“Saya meminta kepada pihak rumah sakit agar anak korban kekerasan dibebaskan dari biaya pengobatan termasuk kepada pemerintah daerah,” katanya.

Menurutnya apalagi ada peraturan Bupati Garut yang mengatur tentang perlindungan anak.

“Berdasarkan peraturan Bupati Garut bahwa korban kekerasan biaya pengobatannya harus digratiskan,” ucapnya.

Enjang juga turut prihatin dan berbelasungkawa atas apa yang terjadi kepada Olga Risnawati dan almarhumah ibunya. Ia berharap supaya kejadian ini tidak terjadi lagi dikemudian hari.

Sebelumnya sebuah aksi perampokan dan pembunuhan kembali terjadi di Garut, Jawa Barat. Seorang ibu warga Kampung Leuwi, letak Desa Cipangramatan, Kecamatan Cikajang, Garut, Jawa Barat, ditemukan tewas di lokasi.

Sementara, anaknya yang masih berusia 14 tahun, Olga Risnawati mengalami luka berat di bagian wajah dan kepala. Inafis Polres Garut dan petugas dari Polsek Cikajang kini tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Terdapat banyak percikan darah di bagian dapur dan kamar mandi korban, sehingga polisi menduga korban yang meninggal di lokasi terlebih dahulu dianiaya pelaku. Jasad korban tewas ditemukan petugas di bagian kamar mandi dengan banyak luka benda tumpul di wajah.[R]

Comment