Tia Fitriani DPRD Jabar Gelar Reses Ke l Tahun Sidang 2024 – 2025 di Desa Sukamukti Kecamatan Ketapang

Politik563 views

REPUBLIKAN, Kab Bandung – Kegiatan reses ke I tahun sidang 2024-2025, Drs Hj Tia Fitriani anggota DPRD Jawa Barat dari fraksi NasDem di titik pertama, menyambangi warga masyarakat di Halaman Rumah warga Desa Sukamukti Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Senin (11/11/2024).

Pada agenda acara reses tersebut di sambut antusias masyarakat yang hadir, warga masyarakat desa Sukamukti dan sekitarnya ikut ambil bagian untuk mendengarkan paparan Anggota DPRD Jawa Barat Tia Fitriani, hadir dalam giat tersebut Kepala Dimas Kesehatan Jawa Barat dr. R. Vini Adiani Dewi, Kepala desa Sukamukti Agus, Tokoh Masyarakat Sukamukti, para kader NasDem desa Sukamukti kecamatan Katapang, para ketua Rw, Rt, para tokoh pemuda, agama, karang taruna, dan masyarakat sekitarnya.

Pada kesempatanya Tia Fitriani Menyampaikan beberapa aspirasinya yang sudah terealisasikan salah satunya soal infrastruktur drenase, sampah dan limbah rumahtangga juga soal stunting.

Ia juga mengingatkan di musim hujan ini tentang masalah banjir dan penyebabnya, “Kadang secara infraktutur soal dranase belum tuntas namun marinkita tuntaskan, juga soal sampah yang juga penyebab banjir di musim hujan ini, selain itu juga ada sampah berbahaya yang memang harus di cegah, agar tidak sembarangan untuk membuangnya karena itu akan mencemari lingkungan”,katanya.

Masih kata Tia, “Ada seperti sampah dan limbah rumahtangga yang memang berbahaya namun dapat di daur ulang agar menjadi manfaat dan berguna salah satunya adalah sabun yang di campur cairan eco enzim”,terangnya.

Selanjutnya Tia Fitriani berencana akan membuat pelatihan di desa Sukamukti ini untuk daur ulang limbah minyak jelantah menjadi sabun yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selain itu Tia Fitriani pun bersama Kadis Kesehatan Jabar dr. R. Vini Adiani Dewi memaparkan tentang evaluasi upaya pencegahan stunting di provinsi Jawa barat.

Vini menjelaskan, “Stunting adalah gangguan pertumbuhan pada anak yang dapat dicegah dengan beberapa cara, di antaranya memenuhi kebutuhan gizi memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang seimbang dan mencukupi sejak pembuahan sel telur hingga anak berusia 2 tahun”,ujarnya.

“Memberikan ASI eksklusif kepada bayi dan MPASI yang bergizi dan kaya protein hewani untuk bayi yang berusia di atas 6 bulan, Memantau perkembangan anak secara berkala dan membawa ke posyandu”,terangnya.

Lanjut Vini”,Mengusahakan anak mendapatkan imunisasi lengkap dan juga Ibu hamil harus mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) setiap hari selama kehamilan, minimal 90 tablet, Ibu hamil harus rutin melakukan pemeriksaan kehamilan di fasilitas kesehatan terdekat oleh dokter atau bidan, minimal 6 kali selama kehamilan”,jelasnya.

Masih kata dr. Vini, “Menjaga kebersihan seperti mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan dan sebelum memberikan makanan kepada anak dan membiasakan perilaku hidup yang bersih, sehat, aman, dan nyaman”,paparnya.[R]

Comment