Refleksi H. Ucok Haris: Permasalahan Banjir dan Solusi untuk Palabuhanratu

Opini814 views

REPUBLIKAN, SUKABUMI – H. Ucok Haris Maulana Yusuf mantan Wakil Bupati Sukabumi periode 2005, menyampaikan pandangannya terkait kondisi terkini Palabuhanratu yang telah ditetapkan sebagai Ibu Kota Kabupaten Sukabumi sejak 2007. Ucok mengingat perjuangan panjang yang dilakukan untuk merealisasikan pemindahan ibu kota kabupaten tersebut.

“Pada 2007, Palabuhanratu resmi menjadi Ibu Kota Kabupaten Sukabumi. Hal ini tidak bisa ditawar lagi. Saat itu, kami berupaya keras dengan menghubungi pejabat provinsi, pusat, bahkan bertemu langsung dengan Menteri BUMN, Pak Laksamana Soekardi, untuk mendapatkan lahan penataan ibu kota. Alhamdulillah, kami mendapat lahan 280 hektare dari PTPN 8, dengan rekomendasi Menteri BUMN,” tutur Ucok.’ Minggu (20/4/2025).

Dari total lahan tersebut, 80 hektare dialokasikan untuk program penghijauan untuk mencegah banjir. Namun, ia prihatin karena banyak lahan yang dahulu difungsikan untuk hutan kini berubah menjadi perumahan.

“Dulu banjir memang ada, tetapi tidak separah sekarang. Lahan-lahan hijau yang semestinya menjaga ekosistem kini menjadi kawasan perumahan yang semakin semrawut,” ungkapnya.

Ucok mengusulkan agar sebagian lahan yang dimiliki PTPN 8 dan perusahaan lain, seperti PT. Anugerah Jaya Agung dan PT. Tirta Bumi, dikembalikan ke fungsi awalnya untuk penghijauan maupun penataan perkantoran. Menurutnya, langkah ini penting untuk mengatasi banjir yang sering terjadi di wilayah Palabuhanratu dan sekitarnya.

“Lahan 180 hektare lebih sebaiknya difungsikan kembali sebagai kawasan hijau. Penataan yang baik bisa mengurangi potensi bencana,” tegasnya.

Ucok juga mempertanyakan perubahan fungsi dan kepemilikan lahan yang sebelumnya diperoleh dengan susah payah. Ia berharap pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat, dapat mengambil tindakan tegas terhadap permasalahan ini.

“Tolong kepada Pak Gubernur, Pak KDM, Pak Menteri BPN, hingga Pak Presiden Prabowo, mohon perhatian lebih terhadap Kabupaten Sukabumi, khususnya Palabuhanratu. Bung Karno pun tidak salah membangun SPH dan Istana di sini. Palabuhan Ratu memiliki sejarah panjang,” katanya.

Lebih lanjut Ucok pentingnya langkah konkret untuk menata kembali wilayah Palabuhanratu hingga daerah lain seperti Sageranten dan Jampang. Ia juga menyoroti bagaimana pengusaha swasta dapat memiliki ribuan hektare tanah di kawasan tersebut.

“Saya berharap upaya ini menjadi masukan yang berguna bagi semua pihak untuk menciptakan Sukabumi yang lebih baik,” tutupnya dengan penuh harap. (Bud/Bud).

Comment