Wabup Sukabumi Terima Audiensi Yayasan Bale Budaya Bambu

Pemerintahan379 views

REPUBLIKAN, SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi mendorong penguatan ekonomi hijau lewat restorasi ekosistem bambu. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, dalam audiensi bersama Yayasan Bale Budaya Bambu yang digelar di Ruang Rapat Sekretariat Daerah, Kamis (19/6/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Wabup mengatakan perencanaan wilayah tanam dan pengelolaan bambu sebagai komoditas strategis jangka panjang. Ia menyebut Kabupaten Sukabumi yang luasnya menempati urutan kedua setelah Banyuwangi, memiliki potensi besar untuk budidaya bambu.

“Penentuan lokasi budidaya sangat penting agar hasilnya optimal. Selain menjaga lingkungan, bambu juga punya nilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan baik,” jelas Andreas.

Wabup menambahkan, bambu dapat dimanfaatkan sebagai penahan longsor hingga bahan produksi kerajinan dan industri. Meskipun masa tanamnya relatif lama, hasilnya bisa memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Bale Budaya Bambu, Dudi Darma Bakti, mengatakan bahwa Sukabumi memiliki kondisi geografis yang cocok untuk pengembangan bambu. Pihaknya berencana membangun pusat pelatihan, fasilitas produksi, hingga sistem pemasaran bambu yang terintegrasi.

“Bahkan kami siap membeli hasil produksi masyarakat lewat sistem PO bulanan. Ini program berkelanjutan, bukan kegiatan sesaat,” ujarnya.

Dudi juga menjelaskan pengalamannya saat ditantang memamerkan produk bambu Indonesia di Prancis. Ia berharap pelaku lokal bisa dilatih menjadi tenaga ahli bersertifikat, serta potensi bambu bisa dikembangkan di tiap desa dan kecamatan.

“Restorasi bambu ini bukan hanya proyek lingkungan, tapi juga jalan untuk masa depan ekonomi hijau Indonesia,” tutupnya. (Bud).

Comment