Purwanto Kadisdik Jabar: Nilai Panca Waluya Harus Hidup di Ruang Kelas

REPUBLIKAN, Bandung – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menegaskan pentingnya peran pendidik dalam menghadirkan nilai-nilai karakter ke dalam keseharian siswa melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Hal tersebut ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi Persiapan MPLS Tahun Ajaran 2025/2026 di Aula Ki Hajar Dewantara, Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Kamis (10/7/2025).

“Tugas tenaga kependidikan adalah memastikan nilai-nilai Panca Waluya yaitu cageur, bageur, bener, pinter, dan singer benar-benar hadir di ruang-ruang kelas, bahkan di lingkungan sekolah dan masyarakat,” ujar Purwanto.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari guru, kepala sekolah, hingga para pembina di lingkungan masyarakat, untuk berkolaborasi mencetak generasi muda berkarakter melalui MPLS.

“Saya harap semua pihak berkolaborasi untuk mewujudkan generasi Panca Waluya melalui MPLS tahun ini,” tambahnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menekankan pentingnya pembentukan karakter sejak hari pertama siswa memasuki lingkungan sekolah. Menurutnya, nilai-nilai Panca Waluya harus menjadi fondasi agar anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat.

“Pemimpin itu tidak dilahirkan, tetapi dibentuk. Karena itu, karakter harus ditanamkan sejak awal. Anak-anak kita jangan sampai menjadi pecundang di negeri sendiri,” tegas Herman.

Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri oleh Pangdam III/Siliwangi, Pangdam Jaya/Jayakarta, Kepala Bidang PSMA, PSMK, GTK, Kepala Dinas Pendidikan Wilayah I hingga XIII, serta para ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA dan SMK se-Jawa Barat.

Agenda ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat mewujudkan Gapura Panca Waluya, sebagai visi pembangunan pendidikan yang menekankan keseimbangan antara kecerdasan, akhlak, dan kepemimpinan.[R]

Comment