Tia Fitriani Serap Aspirasi, Bahas Prioritas Pembangunan Jabar saat Reses di Cinunuk

Politik379 views

REPUBLIKAN — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Dra. Hj. Tia Fitriani, melaksanakan kegiatan Reses III Tahun Sidang 2024–2025 di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Selasa 29 Juli 2025. Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari warga, tokoh masyarakat, serta perangkat desa.

Kepala Desa Cinunuk, Edi Juarsah, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran kepala desa dalam menciptakan kehidupan politik yang sehat di tengah masyarakat. Ia juga mengungkapkan rencana pengembangan Desa Cinunuk menjadi desa wisata berbasis budaya.

“Cinunuk memiliki potensi besar dari segi budaya dan kekompakan masyarakatnya. Kami ingin mengarahkannya sebagai desa wisata budaya yang dapat membanggakan Kabupaten Bandung,” ujar Edi.

Kegiatan reses turut dihadiri berbagai unsur masyarakat seperti ketua RT/RW, kader PKK, FPPI, tokoh agama, serta relawan Dulur Satia.

Tia Fitriani menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat. Menurutnya, reses bukan sekadar serap aspirasi, namun juga sebagai bentuk silaturahmi antara wakil rakyat dan konstituennya.

“Reses adalah momentum penting untuk mendengar langsung aspirasi warga sekaligus membangun kedekatan emosional. Terima kasih kepada warga Cinunuk dan para relawan yang selalu hadir,” kata Tia.

Dalam kegiatan tersebut, Tia juga menghadirkan tim pengobatan alternatif berbasis pikiran serta membuka layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang disambut antusias oleh masyarakat.

Politisi NasDem ini juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Barat 2025–2029 yang tertuang dalam RPJPD, di antaranya peningkatan kualitas SDM, percepatan pembangunan infrastruktur, transformasi ekonomi digital, serta tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Menurutnya, sektor pendidikan dan infrastruktur menjadi dua sektor dengan prioritas anggaran terbesar. Untuk pembangunan ruang kelas baru (RKB), anggaran pendidikan naik dari Rp 60 miliar menjadi Rp 1,2 triliun, sementara untuk infrastruktur jalan provinsi, Pemprov menggelontorkan Rp 2,4 triliun dengan target tuntas pada 2026.

Tia juga menyinggung rencana pengadaan 200 unit ambulans baru dan pembangunan fasilitas kesehatan di wilayah terpencil, serta pengembangan transportasi massal, termasuk kajian reaktivasi jalur kereta dan monorel.

Sektor kepemudaan pun tidak luput dari perhatian. Tia menyebut akan didorong pembentukan sekolah sepak bola dan kompetisi liga antar daerah bertajuk Piala Bupati/Wali Kota se-Jawa Barat.

Dan juga di sektor energi terbarukan dan sampah, Pengelolaan sampah berbasis energi, eksplorasi PLTS dan Mikrohidro di desa.

Ia menutup paparannya dengan menekankan pentingnya pemanfaatan aplikasi SIPD sebagai sarana menyampaikan keluhan warga secara langsung kepada pemerintah.

“Melalui SIPD, masyarakat bisa menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, dan kami di legislatif siap menjembatani agar segera mendapat solusi,” tuturnya.

Kegiatan reses berlangsung interaktif dan penuh partisipasi, mencerminkan semangat kolaborasi antara wakil rakyat, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun daerah berbasis aspirasi dan potensi lokal.[R]

Comment