Warga, Hampir 4 Tahun Tak Punya Tempat Tinggal, Ketua JBN Soroti Lambannya Penanganan Penlok Tol Bocimi Seksi 2

Ragam2,539 views

REPUBLIKAN, SUKABUMI – Pembangunan Jalan Tol Ciawi–Sukabumi Seksi 2 kembali disorot setelah seorang warga terdampak bernama Ibu Eem dari Kampung Kembang Kuning, RT 03/06, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, harus tinggal di tempat tidak layak usai rumahnya mengalami pergeseran tanah dan longsor, Rabu (30/7/2025).

Awalnya, pihak pengembang meminta warga terdampak untuk pindah sementara dan mengontrak rumah selama satu tahun. Namun, menurut keterangan warga, bantuan itu hanya bertahan selama enam bulan. Hingga kini, Ibu Eem belum mendapatkan dana sosial maupun kompensasi atas dampak proyek tersebut.

Pemerintah Desa Munjul pun telah mengajukan permohonan ke Tim Pengadaan Tanah BPN Sukabumi pada 14 April tahun 2022 agar lokasi tersebut segera dimasukkan dalam daftar ganti rugi. Pasalnya, tanah milik Ibu Eem langsung berbatasan dengan area proyek tol.

Ketua Jurnalis Bela Negara (JBN) Sukabumi Raya, Budi Arya, mengkritik lambannya proses penetapan lokasi atau penlok oleh pihak terkait. Ia menilai negara harus hadir di tengah masyarakat, apalagi saat warga dalam kondisi sulit.

“Ibu Eem sampai sempat tinggal di kandang domba. Kami sudah tanyakan ke BPN, katanya menunggu penlok dari PPK. Tapi pihak PPK justru terkesan bermain-main dengan waktu. Sudah hampir empat tahun, belum juga ada kejelasan,” ujar Budi.

Sementara itu, ketika ditemui di kantornya pihak PPK melalui stafnya, Abu Bakar (Amo), menjelaskan bahwa penlok telah diajukan ke pemerintah provinsi tahun kemarin dan saat ini tengah menunggu proses lanjutan. Ia menegaskan bahwa kasus rumah Ibu Eem sudah menjadi perhatian bersama dan termasuk dalam dampak proyek.

“Tanah bergerak bisa saja akibat proyek, dan sudah diakusisi. Artinya sudah diambil alih sebagai bagian dari dampak proyek. Namun memang kami belum mengetahui kondisi terakhir di lapangan,” katanya.

PPK juga mengaku telah berdiskusi dengan pihak pengembang dan tengah menunggu kabar resmi terkait penetapan lokasi.

Dengan kondisi warga yang semakin terdesak, lanjut Budi, masyarakat berharap penanganan dampak proyek jalan tol Bocimi tidak berlarut-larut dan dana kompensasi segera disalurkan. (R).

 

Comment