Prodia Gelar Seminar Nasional di Bandung, Bahas Penanganan Penyakit Kronis

Edukasi, Ragam214 views

REPUBLIKAN, Kota Bandung – Upaya untuk memperkuat penanganan penyakit kronis di Indonesia terus dilakukan berbagai pihak, termasuk sektor swasta. Klinik laboratorium Prodia menggelar Roadshow Seminar Dokter Nasional 2025 di Kota Bandung, Sabtu (18/10/2025), sebagai bagian dari rangkaian seminar di 11 kota besar di Indonesia.

Dengan tema “Breaking Barriers, Building Health: The Science of Chronic Disease”, kegiatan ini menjadi ajang edukasi bagi para dokter dan tenaga medis tentang manajemen penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, gangguan ginjal, jantung, hingga obesitas.

Matthew Justyn, Routine Product Manager Prodia, mengatakan bahwa penyakit kronis kini menjadi tantangan besar dalam sistem pelayanan kesehatan nasional.

“Kami berkomitmen untuk terus mendorong pentingnya skrining, deteksi dini, pengelolaan, dan pemantauan penyakit kronis secara menyeluruh. Ini penting agar tenaga medis memiliki pemahaman yang holistik,” ujarnya.

Menurut data WHO, penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia, dengan lebih dari 17 juta kasus kematian setiap tahun. Di sisi lain, hipertensi diperkirakan akan memengaruhi 29 persen populasi dewasa global pada 2025. Indonesia juga menghadapi lonjakan jumlah penderita diabetes, dengan lebih dari 20 juta kasus tercatat pada 2024, menjadikan Indonesia masuk lima besar dunia.

Seminar di Bandung ini menghadirkan narasumber dari berbagai disiplin ilmu, antara lain Prof. Sidartawan Soegondo, MD, PhD, DTM&H, FINASIM, FACE; Dr. dr. Gaga Irawan Nugraha, Sp.GK., M.Gizi; serta Matthew Justyn, S.Si, M.Farm. Acara dipandu oleh moderator dr. Maya Kusumawati, Sp.PD-KEMD, FINASIM.

Selain membahas perkembangan ilmu kedokteran dalam menangani penyakit kronis, seminar ini juga menjadi forum diskusi untuk berbagi pengalaman klinis serta memperkenalkan inovasi pemeriksaan laboratorium yang mendukung deteksi dini dan pengelolaan penyakit secara personal.

Prodia berharap kegiatan ini bisa memperkuat jejaring antarprofesi di bidang kesehatan dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia, khususnya dalam menghadapi lonjakan penyakit kronis yang terus meningkat setiap tahunnya. [R]

Comment