Garda Bangsa Reformasi Cimahi Dukung Rebranding RSUD Cibabat, Tegaskan Harus Diikuti Reformasi Pelayanan

Ragam13 views

REPUBLIKAN – Dukungan terhadap rencana Pemerintah Kota Cimahi melakukan rebranding Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat menjadi RSUD Wijaya Mulya terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, dukungan datang dari Ketua LSM Garda Bangsa Reformasi (GBR) Kota Cimahi, Azwar Rinaldy, yang menilai perubahan nama harus menjadi momentum reformasi menyeluruh terhadap kualitas pelayanan kesehatan, bukan sekadar pergantian identitas institusi.

Azwar menegaskan, rebranding sebuah rumah sakit milik pemerintah daerah harus dimaknai sebagai bagian dari transformasi kelembagaan yang berorientasi pada peningkatan mutu layanan, profesionalisme, transparansi, serta akuntabilitas kepada masyarakat.

“Kami mendukung penuh rebranding RSUD Cibabat menjadi RSUD Wijaya Mulya. Namun dukungan itu bukan tanpa catatan. Perubahan nama tidak boleh berhenti pada aspek simbolik atau administratif semata. Yang jauh lebih penting adalah perubahan nyata dalam kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegas Azwar.

Menurutnya, rumah sakit daerah merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan pemerintah yang memiliki tanggung jawab besar dalam memenuhi hak dasar masyarakat. Oleh karena itu, setiap kebijakan strategis yang diambil harus memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pelayanan publik.

Azwar menilai keberhasilan rebranding tidak dapat diukur dari seberapa baik identitas visual baru diperkenalkan kepada masyarakat, melainkan dari perubahan yang benar-benar dirasakan pasien saat memperoleh pelayanan.

“Parameter keberhasilannya sangat jelas. Apakah masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih cepat, lebih ramah, lebih profesional, lebih transparan, dan lebih mudah diakses. Itulah ukuran sesungguhnya, bukan hanya pergantian papan nama atau logo,” ujarnya.

Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil yang menjalankan fungsi kontrol sosial, LSM GBR mendorong agar proses rebranding dijadikan momentum melakukan reformasi kelembagaan secara menyeluruh. Menurut Azwar, pembenahan harus mencakup budaya organisasi, sistem manajemen rumah sakit, standar operasional pelayanan, mekanisme pengaduan masyarakat, hingga peningkatan transparansi dalam pengelolaan rumah sakit.

Ia menilai masyarakat juga berhak mengetahui secara terbuka target dan indikator keberhasilan yang ingin dicapai setelah perubahan nama tersebut diberlakukan.

“Jika pemerintah menyebut ini sebagai transformasi menuju rumah sakit yang lebih baik, maka harus ada target yang dapat diukur dan dievaluasi publik. Mulai dari peningkatan standar pelayanan, kecepatan penanganan pasien, keterbukaan informasi, penguatan sistem pengaduan hingga evaluasi berkala terhadap kinerja pelayanan,” katanya.

Azwar juga mengingatkan agar proses rebranding tidak mengesampingkan prinsip efisiensi penggunaan anggaran daerah. Sebagai institusi yang dibiayai oleh keuangan publik, setiap rupiah yang digunakan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Jangan sampai anggaran lebih banyak terserap pada kegiatan seremonial dan pencitraan, sementara persoalan mendasar pelayanan kesehatan belum terselesaikan. Rebranding harus menghasilkan public value, bukan sekadar membangun public image,” tegasnya.

Lebih lanjut, Azwar menegaskan bahwa dukungan LSM GBR terhadap kebijakan tersebut tetap disertai komitmen untuk menjalankan fungsi pengawasan secara objektif. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi elemen penting agar transformasi yang dilakukan pemerintah berjalan sesuai tujuan.

Ia meminta Pemerintah Kota Cimahi membuka ruang dialog yang luas dengan masyarakat, termasuk menerima kritik, masukan, serta evaluasi terhadap pelayanan RSUD Wijaya Mulya di masa mendatang.

” Pemerintah tidak perlu alergi terhadap kritik. Justru kritik merupakan instrumen evaluasi untuk memperbaiki pelayanan. Kami akan terus mendukung setiap kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, namun kami juga akan menjalankan fungsi pengawasan apabila implementasinya tidak sesuai dengan tujuan awal,” ujar Azwar.

Di akhir pernyataannya, Azwar berharap nama **Wijaya Mulya** tidak hanya menjadi identitas baru bagi rumah sakit milik Pemerintah Kota Cimahi, tetapi juga menjadi simbol lahirnya budaya pelayanan yang lebih profesional, responsif, humanis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Nama Wijaya Mulya harus membawa semangat baru. Jangan sampai masyarakat hanya mengenal nama baru, tetapi tidak merasakan pelayanan yang baru. Rebranding harus menjadi titik awal reformasi pelayanan kesehatan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga Kota Cimahi,” pungkasnya.

Bagi LSM GBR Kota Cimahi, keberhasilan rebranding RSUD Cibabat menjadi RSUD Wijaya Mulya pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh perubahan identitas semata, melainkan oleh sejauh mana transformasi tersebut mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas, profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. [GaR]

Comment