Situasi Politik Cianjur Memanas, Seruan Aksi Damai Disertai Tuntutan Anggaran Viral di Medsos: GP Ansor Disebut Turun Tangan

Politik173 views

REPUBLIKAN – Suhu politik di Kabupaten Cianjur kembali menghangat menjelang akhir tahun 2025. Sejak awal pekan, lini masa media sosial dipenuhi poster seruan aksi yang diklaim berasal dari masyarakat Cianjur bersama Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Cianjur. Seruan itu menyebut adanya Aksi Damai, Sholawat, dan Doa Bersama yang akan digelar pada Kamis, 20 November 2025 pukul 09.00 WIB di kawasan Pendopo Cianjur.

Poster yang beredar dengan berbagai versi desain memuat sederet tuntutan yang diarahkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Cianjur. Isu tersebut dengan cepat memancing reaksi publik, terutama karena titik tekan tuntutan menyangkut program anggaran populis yang sebelumnya sempat dijanjikan dalam masa kampanye.

Dalam poster yang ramai beredar, para peserta aksi disebut menuntut:

1. Realisasi program Rp25 juta per RT per tahun.
2. Realisasi anggaran Rp300 juta untuk setiap pesantren.
3. Pemberian insentif untuk guru ngaji dan imam masjid.

Narasi dalam ajakan aksi itu bahkan menyertakan tekanan politik yang cukup keras:
apabila program tersebut tidak direalisasikan, Bupati dan Wakil Bupati Cianjur diminta untuk mengundurkan diri.

Tuntutan dengan diksi lugas dan bernada ultimatum itu memicu perbincangan luas, terutama di kalangan tokoh agama, pengurus RT, hingga komunitas pesantren. Sejumlah komentar warganet menilai tuntutan tersebut sebagai “pengingat terhadap janji politik”, sementara sebagian lainnya mempertanyakan akurasi informasi yang beredar dan meminta klarifikasi dari pihak resmi.

Meski berformat aksi politik, seruan massa menekankan unsur religius. Aksi disebut akan diawali pembacaan sholawat, doa bersama, dan refleksi spiritual untuk Cianjur.[R]

Comment