Heboh? Ambulans Desa Cibiuk, Angkut Barang Hingga Sound System Jadi Polemik Bahkan Perawatan dan Operasionalpun Masih Misteri

Pemerintahan, Ragam1,270 views

REPUBLIKAN, CIANJUR – Warga Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, dibuat resah oleh penggunaan mobil ambulans desa yang diduga dipakai untuk mengangkut barang-barang kursi, hingga sound system dalam sebuah acara. Kendaraan yang seharusnya menjadi fasilitas kesehatan masyarakat itu dipersoalkan karena dianggap keluar dari fungsi utama.

Isu ini viral di media sosial perpesanan setelah beredar kabar ambulans desa digunakan Kepala Desa untuk kepentingan pribadi. Warga menilai ambulans seharusnya dipakai untuk layanan kesehatan, seperti antar jemput pasien ke rumah sakit.

“Mobil ambulans dipakai di luar kepentingan pelayanan kesehatan warga Desa Cibiuk,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Jumat (19/12/2025).

Keluhan serupa datang dari sopir ambulans desa. Ia menyebut kendaraan kerap digunakan di luar ketentuan, selain itu biaya perawatan juga operasional tidak pernah dianggarkan oleh pemerintah desa.

“Ambulans diserahkan ke saya sebagai driver, tapi biaya perawatan dan operasional tidak ada,” ujarnya.

Menurutnya, pada masa kepemimpinan kepala desa sebelumnya, ambulans mendapat anggaran perawatan dan insentif bagi sopir. Namun kini, anggaran tersebut tidak lagi diberikan.

Warga berharap pemerintah desa segera mengevaluasi pengelolaan ambulans agar kembali sesuai fungsi, sekaligus mengalokasikan anggaran perawatan dan insentif bagi sopir.

Mobil ambulans desa kini menjadi bahan perbincangan luas. Sebagian warga menyebut walau kendaraan itu bukan hasil pembelian dari dana desa, melainkan bantuan program lain. Meski STNK tercatat atas nama desa, biaya operasional dan perawatan masih belum jelas sumbernya.

Dalam rapat warga, muncul wacana membuat peraturan desa khusus perawatan ambulans agar tidak membebani masyarakat setiap tahun. Namun, sebagian warga tetap menuntut transparansi agar pelayanan kesehatan tidak menjadi ajang tarik-menarik kepentingan.

“Kalau anggaran desa tidak cukup, boleh saja iuran sukarela. Tapi jangan dipaksakan,” ujar salah satu tokoh warga.

Sementara itu, hingga berita ini dilayangkan, kami masih menunggu pihak Pemerintah Desa Cibiuk maupun Kepala Desa memberikan tanggapan.

(Widi).

Comment