Pasutri Lansia di Cisaat Sukabumi Bertahun-tahun Tinggal di Rumah Tak Layak Huni Tanpa Bantuan

Ragam62 views

Pasangan suami istri lansia Bah Dudin dan Ma Epon, warga Kampung Ciroyom RT 01 RW 08, Desa Padaasih, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, hidup bertahun-tahun di rumah tidak layak huni tanpa pernah menerima bantuan pemerintah.

Rumah berukuran sekitar 4 x 6 meter yang mereka tempati rusak di berbagai bagian. Atap bocor, dinding rapuh, dan lantai lembap menjadi kondisi sehari-hari. Saat hujan turun, air masuk ke dalam rumah sehingga mereka kesulitan mencari tempat tidur yang layak. Dengan penghasilan terbatas, pasangan ini mengaku tidak mampu memperbaiki rumah tersebut.

Untuk bertahan hidup, Bah Dudin dan Ma Epon bekerja sebagai tukang potong rumput dengan pendapatan sekitar Rp20.000 per hari. Namun pekerjaan itu tidak menentu. Ketika tidak ada yang memperkerjakan, mereka bergantung pada bantuan keluarga dan tetangga untuk sekadar makan.

Ironisnya, di tengah gencarnya program bantuan sosial, pasangan ini tidak pernah terdaftar sebagai penerima. Mereka tidak masuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN BPJS Kesehatan, Bantuan Langsung Tunai (BLT), maupun bantuan beras berkala.

Ketua DPD Jurnalis Warga Indonesia (JWI) Sukabumi Raya, Lutfi Yahya, yang turun langsung ke lokasi, menyampaikan keprihatinannya. “Ini sungguh ironis. Ketika pemerintah dengan gencar menggulirkan berbagai program bantuan, masih ada warga yang termarginalkan seperti ini,” kata Lutfi, Kamis (25/12/2025).

Ia mengajak para pemangku kebijakan untuk menggunakan hati nurani dalam menjalankan amanah jabatan. “Mari kita bicara dengan hati nurani, mumpung masih diberi ruang dan kesempatan. Pakailah jabatan itu demi kebaikan dan kesejahteraan masyarakat, jangan karena kepentingan politik hati nurani kita menjadi buta,” ujarnya. 

Lutfi menambahkan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi agar keluarga Bah Dudin dan Ma Epon mendapat bantuan, baik berupa perbaikan hunian maupun dukungan kesejahteraan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa masih ada warga miskin yang luput dari pendataan dan perhatian, serta menjadi pekerjaan rumah bersama agar program bantuan sosial benar-benar tepat sasaran.

(Bud).

Comment