Masjid Agung Bandung Kembali Gelar Ramadan Festival 2026, Setelah 11 Tahun Vakum

Ragam, Sosial377 views

REPUBLIKAN, Kota Bandung – Setelah belasan tahun terhenti, Masjid Agung Bandung (MAB) kembali menggelar Ramadan Festival pada Ramadan 2026. Kegiatan tersebut menjadi penanda kebangkitan kembali agenda syiar Ramadan yang pernah rutin digelar, sekaligus menjadi program percontohan bagi masjid-masjid di wilayah Bandung Raya.

Hal itu disampaikan Ketua Nadzir Masjid Agung Bandung, Roedy Wiranatakusumah, dalam press conference di Media Center Masjid Agung Bandung, Selasa, 17 Februari 2026.

Roedy mengungkapkan, kegiatan Ramadan Festival terakhir kali digelar sekitar 11 tahun lalu, sehingga penyelenggaraan tahun ini menjadi momentum kick off untuk menghidupkan kembali tradisi Ramadan yang lebih meriah dan melibatkan masyarakat luas.

“Sebelum 11 tahun yang lalu kita tidak pernah mengadakan Ramadan Fest atau Ramadan Festival. Jadi ini kick off, dimulainya di sini,” ujar Roedy.

Namun demikian, Roedy menegaskan kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk Masjid Agung Bandung, melainkan disiapkan sebagai pilot project yang dapat menjadi role model bagi masjid lainnya.

“Kenapa tidak memakai nama Ramadan Festival Masjid Agung Bandung? Karena ini akan merupakan pilot project untuk masjid yang ada di Bandung Raya,” katanya.

Kegiatan Dalam dan Luar Masjid

Ramadan Festival 2026 akan diisi berbagai rangkaian kegiatan, baik di dalam masjid maupun area luar (outdoor). Untuk kegiatan di dalam masjid, program yang digelar di antaranya tadarus, kuliah subuh, pesantren kilat, hingga kegiatan kajian rutin selama Ramadan.

Sementara itu, salah satu program yang berbeda tahun ini adalah keterlibatan Pemerintah Kota Bandung. Sesuai permintaan Wali Kota, seluruh camat dari 30 kecamatan di Kota Bandung akan bergiliran hadir setiap hari untuk ikut memakmurkan masjid selama Ramadan.

“Berarti ada 30 kecamatan, tiap hari di sini untuk bisa meramaikan, memakmurkan Ramadan,” ujar Roedy.

Selain itu, panitia juga menyiapkan program buka puasa bersama dengan kapasitas sekitar 1.000 orang per hari, yang terbuka untuk semua kalangan masyarakat.

Ramadan Fest Outdoor, Libatkan UKM dan Hiburan Religi

Yang menarik, Ramadan Festival juga akan menghadirkan kegiatan outdoor di kawasan selasar Masjid Agung Bandung. Panitia akan membangun panggung hiburan yang diisi berbagai kegiatan, mulai dari lomba menggambar anak-anak, permainan keluarga, hingga penampilan musik bernuansa religi.

Selain itu, kegiatan tersebut juga akan menjadi ruang pemberdayaan ekonomi melalui keterlibatan pelaku UMKM.

“Diharapkan sekitar 20 sampai 30 UKM akan hadir, yang juga menjadi binaan Masjid Agung Bandung,” kata Roedy.

Roedy menilai Ramadan Festival berpotensi mendongkrak aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor informal, mengingat Masjid Agung Bandung merupakan salah satu pusat keramaian Kota Bandung.

“Ini puser Bandung. Setiap orang ke sini tidak ada perbedaan dengan berbagai social background. Dampaknya tentu akan terasa pada sektor ekonomi,” ujarnya.

Dibuka Ruang Sponsorship dan Kolaborasi

Roedy juga mengajak berbagai pihak untuk ikut terlibat dalam penyelenggaraan Ramadan Festival, baik dari segi tenaga, program, maupun dukungan sponsorship. Ia berharap perbankan syariah serta perusahaan – perusahaan dapat berpartisipasi agar kegiatan tersebut dapat berlangsung maksimal dan berkelanjutan.

“Tujuan press conference ini untuk ngabewarakeun, ayo ini ada Ramadan Festival, siapa yang mau berpartisipasi dari segi waktu, tenaga, finansial, sponsorship,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Roedy juga menyebut adanya dukungan dari sejumlah pihak seperti CIMB Niaga Syariah, serta kolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), termasuk rencana program sosial berbagi makanan menggunakan mobil layanan.

Kerja Sama Pemkot Bandung dan Baznas

Ramadan Festival 2026 juga melibatkan kerja sama tiga pihak, yakni Pemkot Bandung, Masjid Agung Bandung, dan Baznas Kota Bandung. Baznas akan ikut berpartisipasi melalui program pemberdayaan serta menghadirkan UKM binaannya.

“Ini ada segitiga kerja sama. Pemkot dengan Kesra, camat akan diwajibkan hadir di sini, Baznas juga masuk ke sini,” katanya.

Roadmap Menuju Program Berkelanjutan

Roedy berharap Ramadan Festival ini tidak hanya menjadi kegiatan musiman, melainkan dapat berlanjut sebagai program tahunan yang konsisten. Bahkan ke depan, Masjid Agung Bandung ditargetkan menjadi pusat kegiatan masyarakat yang lebih aktif hingga setelah Ramadan.

“Kita ingin sustain, tidak hanya one shot. Setelah Ramadan pun harus tetap diisi,” ujarnya.

Ramadan Festival Masjid Agung Bandung direncanakan berlangsung selama Ramadan dengan sejumlah agenda utama, termasuk rangkaian kegiatan outdoor yang dijadwalkan berlangsung sekitar awal hingga pertengahan Maret 2026.[R]

Comment