Sesparlu Kemenlu Kunjungi Jasmine Integrated Farming Bandung, Kagumi Pengelolaan Sampah Warga

Ragam47 views

REPUBLIKAN, Kota Bandung – Sejumlah peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri (Sesparlu) Angkatan ke-78 mengunjungi kawasan Jasmine Integrated Farming yang dikelola warga RW 19, Kelurahan Antapani Tengah, Kota Bandung, Selasa (31/3/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan lapangan, setelah sehari sebelumnya para peserta melakukan agenda serupa di Balai Kota Bandung.

Salah seorang peserta Sesparlu, Ketrin Triwidiastuty, mengaku terkesan dengan pengelolaan sampah mandiri yang dijalankan masyarakat setempat. Menurut dia, sistem berbasis komunitas tersebut dinilai efektif dan memiliki nilai edukatif yang tinggi.

“Kami senang sekali bisa belajar di sini. Ini merupakan hal yang sangat positif, pengolahan sampah berbasis masyarakat yang berdaya guna. Tidak hanya perlu diketahui warga Bandung, tetapi juga layak digaungkan ke tingkat internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, kunjungan tersebut relevan dengan tema ketahanan pangan yang tengah dipelajari dalam program Sesparlu. Selain pengelolaan sampah, para peserta juga melihat langsung praktik urban farming, termasuk kegiatan panen sayuran.

“Banyak hal yang bisa dipelajari, mulai dari konsistensi warga sejak 2019 hingga berbagai capaian yang telah diraih, baik di tingkat lokal, regional, maupun internasional,” katanya.

Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Jasmine Integrated Farming, Doddi Iryana Memed, menjelaskan bahwa keberhasilan program tidak terlepas dari kolaborasi warga.

Menurut dia, peran aktif masyarakat, khususnya ibu-ibu, menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan program pengelolaan sampah tersebut.

“Berkat kegigihan pengurus dan warga, program ini bisa berjalan. Bahkan, apa yang kami lakukan sekarang mulai dicontoh oleh berbagai pihak,” ujarnya.

Ia menambahkan, persoalan sampah yang sebelumnya menjadi beban kini justru memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Dulu rumit, sekarang bisa jadi manfaat, bahkan bernilai ekonomi,” katanya.

Sementara itu, Lurah Antapani Tengah, Muhamad Rosada, mengapresiasi tingginya minat kunjungan dari berbagai kalangan ke kawasan tersebut.

Ia berharap model pengelolaan sampah berbasis masyarakat itu dapat direplikasi di wilayah lain, khususnya di Kota Bandung.

“Harapannya, model seperti ini bisa segera diterapkan di wilayah lain,” ujarnya.

Berdasarkan catatan, Jasmine Integrated Farming juga telah menarik perhatian sejumlah tokoh. Pada 22 Februari 2026, kawasan tersebut dikunjungi Irfan Hakim bersama Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Selanjutnya, pada 28 Februari 2026, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq turut meninjau langsung lokasi tersebut.

Dalam kunjungannya, Hanif mengapresiasi kekompakan serta inovasi warga dalam mengelola sampah secara mandiri di kawasan permukiman padat. Ia menilai, inisiatif tersebut dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengatasi persoalan sampah perkotaan.[R]

Comment