SMAN 2 Cimahi Pertahankan Peringkat 1 SNBP 2026, 35 Siswa Lolos PTN Meski Kuota Menurun

Edukasi16 views

REPUBLIKAN, Cimahi – SMAN 2 Kota Cimahi kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026. Sekolah ini tetap mempertahankan peringkat pertama di Kota Cimahi, meskipun jumlah siswa yang lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data sekolah, sebanyak 35 siswa berhasil diterima di berbagai PTN melalui jalur SNBP tahun ini. Adapun rinciannya, yakni Institut Pertanian Bogor (IPB) 3 siswa, ISBI Bandung 1 siswa, Institut Teknologi Bandung (ITB) 8 siswa, Politeknik Negeri Bandung (Polban) 5 siswa, Universitas Udayana 1 siswa, Universitas Padjadjaran (Unpad) 11 siswa, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) 1 siswa, serta Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) 5 siswa.

Staf Humas SMAN 2 Cimahi, Ainur Farida, M.Pd., yang didampingi Siti Nurelah, S.Pd., dari Tim Pengembang Sekolah (TPS), menjelaskan bahwa meskipun secara jumlah terjadi penurunan, sebaran siswa yang diterima justru mengalami peningkatan, khususnya di PTN favorit.

“Alhamdulillah, SMAN 2 Cimahi masih peringkat satu. Ada 35 siswa yang masuk PTN dan sebarannya meningkat, terutama di kampus favorit seperti ITB dan Unpad yang mendominasi,” ujarnya, Kamis (9/4/2026)

Ia mengungkapkan, penurunan jumlah kelulusan SNBP tidak hanya terjadi di SMAN 2 Cimahi, tetapi juga dialami sekolah lain di wilayah Cimahi. Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan kuota dari masing-masing perguruan tinggi.

“Tahun ini ada penurunan kuota di beberapa kampus. Misalnya ITB yang biasanya menerima 13 sampai 15 siswa dari kami, sekarang hanya 8. Begitu juga UPI yang membatasi maksimal lima siswa per sekolah,” jelasnya.

Meski demikian, minat siswa SMAN 2 Cimahi terhadap PTN favorit masih cukup tinggi. ITB dan Unpad tetap menjadi pilihan utama, disusul Polban dan IPB.

Dalam upaya meningkatkan peluang siswa, sekolah telah menyiapkan strategi sejak dini, bahkan sejak siswa berada di kelas X. Pendampingan dilakukan melalui peran guru Bimbingan Konseling (BK) dan guru mata pelajaran.

“Sejak kelas 10 kami sudah menyiapkan strategi, mulai dari penguatan nilai rapor hingga layanan bimbingan karier. Guru juga mendorong siswa sesuai potensi akademiknya agar bisa masuk PTN melalui jalur SNBP,” paparnya.

Ia menambahkan, saat memasuki kelas XII, siswa didorong aktif berkonsultasi, khususnya dalam menentukan pilihan jurusan dan perguruan tinggi, baik berdasarkan minat maupun peluang.

“Dalam konsultasi, kami arahkan apakah siswa ingin memilih berdasarkan minat atau peluang. Kalau minat, tentu harus siap bersaing. Kalau peluang, kami bantu analisis berdasarkan nilai rapor yang dimiliki,” tambahnya.

Ke depan, pihak sekolah akan melakukan evaluasi dengan mendorong siswa untuk lebih variatif dalam memilih perguruan tinggi, tidak hanya terfokus pada kampus tertentu.

“Setiap tahun pilihan siswa cenderung menumpuk di ITB, Unpad, dan UPI. Ke depan kami dorong agar pilihan lebih beragam agar peluang diterima semakin besar,” katanya.

Dari sisi orang tua, Ainur menyebutkan respon yang diberikan sangat positif. Bahkan, sejumlah orang tua datang langsung ke sekolah untuk menyampaikan apresiasi.

“Ada orang tua yang datang mengucapkan terima kasih karena anaknya bisa lolos ke ITB, padahal sebelumnya sempat pesimis. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendampingan,” pungkasnya.[R]

Comment