Pemkot Cimahi Minta Maaf atas Kemacetan, Rekayasa Lalu Lintas Dievaluasi

Pemerintahan17 views

REPUBLIKAN, Cimahi – Pemerintah Kota Cimahi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kemacetan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menyusul pemberlakuan rekayasa lalu lintas akibat pembangunan Underpass Gatot Subroto dan perbaikan Jembatan Raden Demang Harjakusumah.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan pemerintah memahami ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat, baik warga Cimahi maupun pengguna jalan dari luar daerah yang melintas di Kota Cimahi.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Cimahi, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jalan yang melintasi Kota Cimahi atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pembangunan,” ujar Ngatiyana, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, saat ini sejumlah proyek infrastruktur strategis tengah berlangsung secara bersamaan di Kota Cimahi. Selain pembangunan Underpass Gatot Subroto yang merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemkot Cimahi juga sedang melakukan perbaikan Jembatan Raden Demang Harjakusumah. Di sisi lain, pembangunan Flyover Pusdikpom yang menjadi program pemerintah pusat juga masih menjadi bagian dari upaya penyelesaian persoalan perlintasan sebidang.

Ngatiyana menjelaskan, perbaikan Jembatan Raden Demang Harjakusumah harus segera dilakukan karena kondisi konstruksinya mengalami penurunan dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan apabila tidak segera ditangani.

“Perbaikan ini harus dilakukan agar tidak terjadi kerusakan, bencana, atau hal-hal yang nantinya dapat membahayakan dan memakan korban,” katanya.

Sebagai respons atas kemacetan yang terjadi, Pemerintah Kota Cimahi langsung melakukan evaluasi terhadap rekayasa lalu lintas yang diterapkan. Salah satu langkah yang diambil yakni pemberlakuan sistem contraflow atau dua arah di kawasan Underpass Sriwijaya.

Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira mengatakan perubahan rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan setelah evaluasi bersama Satlantas Polres Cimahi dan Dinas Perhubungan Kota Cimahi.

“Kami haturkan beribu-ribu maaf atas kejadian macet yang terjadi. Hari ini saya coba cek bagaimana caranya supaya ada solusi untuk warga Cimahi agar tidak terjadi kemacetan yang begitu parah seperti kemarin,” ujar Adhitia.

Dari hasil evaluasi awal, penerapan contraflow di Underpass Sriwijaya dinilai mampu membantu mengurai kepadatan kendaraan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Selain itu, Pemkot Cimahi juga menambah personel pengaturan lalu lintas dari unsur Dinas Perhubungan, TNI, dan Polri yang ditempatkan di sejumlah titik strategis guna membantu kelancaran arus kendaraan.

Pemerintah Kota Cimahi juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pihak pelaksana pembangunan Underpass Gatot Subroto. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjaga agar ruas jalan yang masih memungkinkan dilalui kendaraan tetap dapat digunakan selama proses pembangunan belum memasuki tahap pembongkaran besar.

Di sisi lain, percepatan perbaikan Jembatan Raden Demang Harjakusumah juga menjadi perhatian utama. Pekerjaan tersebut menggunakan metode hydraulic static dynamic pile yang diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan.

“Kalau bisa, yang sebelumnya ditargetkan 90 hari, kita dorong agar satu bulan jembatan Pemkot sudah bisa dilalui kembali. Apabila secara teknis dan keselamatan sudah memungkinkan untuk dibuka, diupayakan agar kendaraan dapat kembali melintas,” kata Adhitia.

Ia menegaskan bahwa kemacetan yang terjadi menunjukkan perlunya penyempurnaan rekayasa lalu lintas berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Sebagai kota perlintasan dan bagian dari kawasan aglomerasi Bandung Raya, gangguan pada satu ruas jalan di Kota Cimahi dapat berdampak luas terhadap mobilitas masyarakat.

“Kota Cimahi ini kota perlintasan. Ketika ada penutupan ruas jalan, dampaknya bisa luar biasa,” ujarnya.

Pemkot Cimahi juga akan terus mendorong penyelesaian persoalan perlintasan sebidang, termasuk pembangunan Flyover Pusdikpom yang merupakan program Kementerian Perhubungan. Koordinasi dengan pemerintah pusat akan dilakukan untuk memperoleh kepastian mengenai kelanjutan proyek tersebut.

Ngatiyana menegaskan, berbagai pembangunan infrastruktur yang sedang berlangsung bertujuan meningkatkan keselamatan, konektivitas, dan kualitas mobilitas masyarakat dalam jangka panjang. Karena itu, Pemkot Cimahi berkomitmen terus melakukan pengawasan, evaluasi rekayasa lalu lintas, memperkuat pengaturan di lapangan, mempercepat pekerjaan, serta meningkatkan koordinasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat, TNI, Polri, dan pihak pelaksana proyek guna meminimalkan dampak yang dirasakan masyarakat selama masa pembangunan berlangsung.[R]

Comment