Dinsos Jabar Grand Launching Batik Ge Hade Seri Biota Laut, Karya Kreatif Difabel

Pemerintahan20 views

REPUBLIKAN, Kota Bandung – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Barat resmi meluncurkan Batik Ge Hade (Gerakan Harapan Difabel) Seri Biota Laut dalam acara Grand Launching yang digelar di Gedung Pusat Kebudayaan (GPK), Jalan Naripan, Kota Bandung, Jumat (21/8/2026).

Grand Launching tersebut dihadiri Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Noneng Komara Nengsih, didampingi Kepala UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel Dinsos Jabar Andina Rahayu. Batik Ge Hade merupakan hasil karya penyandang disabilitas binaan Dinsos Jabar yang telah dikembangkan selama enam tahun terakhir sebagai bagian dari program pemberdayaan dan peningkatan kemandirian difabel.

Noneng menjelaskan, seri terbaru bertema Biota Laut terinspirasi dari kekayaan ekosistem laut Jawa Barat yang dituangkan dalam berbagai motif batik khas.

“Ini adalah seri baru yang menggambarkan kekayaan laut Jawa Barat, mulai dari berbagai jenis ikan, terumbu karang, gelombang laut, dan unsur-unsur lainnya yang menjadi identitas wilayah pesisir Jawa Barat,” ujar Noneng.

Menurutnya, Batik Ge Hade Biota Laut sebelumnya telah diperkenalkan dalam kegiatan bersama Bank Indonesia dan Yayasan Batik Jawa Barat. Namun, peluncuran di Gedung Pusat Kebudayaan menjadi grand launching resmi setelah seluruh desain dan koleksi motif rampung disusun.

Ia menegaskan, seluruh motif yang ditampilkan merupakan hasil kreativitas para penyandang disabilitas yang mendapatkan pembinaan di Griya Harapan Difabel Dinsos Jabar.

“Batik ini bukan hanya selembar kain hasil kerajinan, tetapi juga menunjukkan bagaimana teman-teman difabel dapat berkreasi secara bebas dan memiliki kesempatan yang sama dengan masyarakat lainnya,” katanya.

Noneng menambahkan, tema biota laut dipilih bukan hanya karena menggambarkan kekayaan alam Jawa Barat, tetapi juga memiliki filosofi yang mendalam. Ikan dan kehidupan laut kerap dimaknai sebagai simbol rezeki, keberkahan, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik.

“Mudah-mudahan melalui seri Biota Laut ini, rezeki para pengrajin difabel Batik Ge Hade semakin baik dan kesejahteraan mereka terus meningkat,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel Dinsos Jabar, Andina Rahayu, mengatakan Batik Ge Hade merupakan karya istimewa yang lahir dari kreativitas dan semangat para penyandang disabilitas untuk terus berkarya.

Menurut Andina, peluncuran Biota Laut Series menjadi bentuk apresiasi terhadap karya difabel sekaligus upaya memperkenalkan kekayaan alam Indonesia melalui seni batik.

“Batik bukan sekadar kain, melainkan karya budaya yang menyimpan nilai, cerita, kreativitas, dan identitas bangsa. Karena itu, menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga eksistensi batik sekaligus menghadirkan inovasi agar tetap berkembang dan diterima oleh generasi masa kini maupun generasi yang akan datang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, inspirasi motif Biota Laut berasal dari keberagaman hayati laut Indonesia yang kemudian diterjemahkan ke dalam karya batik oleh para pembatik difabel. Sejumlah motif yang diperkenalkan antara lain ikan pari, ikan paus, kuda laut, ikan marlin, gurita, ubur-ubur, lumba-lumba, penyu, bintang laut, hingga udang.

Menurutnya, ragam motif tersebut tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga menjadi media edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut.

“Yang membuat karya ini semakin istimewa adalah seluruh motif lahir dari kreativitas teman-teman difabel binaan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk menghasilkan karya yang bernilai dan berdaya saing,” katanya.

Andina berharap Batik Ge Hade dapat semakin dikenal masyarakat luas dan menjadi bagian dari penguatan industri kreatif berbasis inklusi di Jawa Barat. Selain itu, kehadiran Biota Laut Series diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kesejahteraan para penyandang disabilitas.

“Kami berharap Batik Ge Hade Biota Laut Series menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk terus menghidupkan batik melalui inovasi, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia,” ucapnya.

Melalui Batik Ge Hade, Dinsos Jabar menegaskan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan penyandang disabilitas melalui pengembangan keterampilan, kreativitas, serta penciptaan peluang ekonomi yang berkelanjutan. Acara grand launching turut dihadiri unsur DPRD Jawa Barat, perangkat daerah, BUMN, BUMD, Dekranasda kabupaten/kota, organisasi perempuan, pelaku usaha, serta berbagai mitra yang selama ini mendukung pengembangan Batik Ge Hade.[R]

Comment