by

Gerakan Pilihan Sunda Bercocok Tanam Tehnik Padi Salibu Panen Hingga Berkali Kali

REPUBLIKAN, Kab Bandung – Gerpis (Gerakan Pilihan Sunda) gelar acara seremonial atas hasil panen dari sawah yang digarapnya, dengan susunan acara seremonial yaitu (1) Persiapan panen Pare IF 16 (Calon Salibu : tampa tandur) dan penyerahan zakat pertanian kepada para mustahik, (2) Ceremony panen pare oleh para stakeholder, (3) Silaturahmi dan diskusi antar stakeholder sunda diselenggarakan di Kolam Renang Islam Ciherang Indah, Jalan Raya Soreang Banjaran, Kabupaten Bandung, Kamis (11/3/2021).

Hadir juga para tokoh Gerpis pada acara tersebut yaitu Dra. Hj.Eni Sumarni, Mkes, Andri P Kantaprawira, Dr Nina Kurnia Hikmawati, SE., MM, Dr. Agus Pakpahan, Rd.Holil Aksan Umarzein, Ir. Entang Sastraatmadja, A.Najib Qudratullah, H.Dadang Muhammad, Hadi Guna, Ernawan Koesoemaatmadja, Adji Esa Poetra, Avi Taufik Hidayat dan yang lainnya.

Pada acara tersebut Andri Perkasa Kantraprawira Sebagai Ketua Gerpis mengatakan, Bahwah para petani Gerpis menggunakan teknik padi salibu sehingga bisa panen berkali-kali, “Padi tanpa tandur itulah teknik Salibu yang kami gunakan, jadi bisa berkali kali panen dari sekali tanam” ,ujarnya.

Dalam penjelasanya Andri memaparkan, teknik salibu ini bukanlah teknik baru di kalangan masyarakat Sunda dalam hal bertani. Ia mengatakan, teknik tersebut sudah digunakan oleh para leluhur, khususnya masyarakat Sunda ketika bertani.

“Jadi ilmu teknik salibu ini bukanlah ilmu baru, hasil dari varitas padi yang kami tanam ini, dapat panen hingga lima kali dalam setahun, asalkan ketersediaan airnya bagus,” kata Andri.

Di sisi lain, Anggota DPD RI dapil Jawa Barat periode 2019 – 2024 asal Sumedang, Dra. Ir. Hj. Eni Sumarni, M.Kes., mengungkapkan, teknik salibu layak diaplikasikan oleh petani-petani di Indonesia. Sebab, menurutnya, petani bisa semakin produktif dan hasil panennya pun bisa semakin bertambah.

“ini padi dengan teknik salibu bagus untuk digunakan oleh para petani di Indonesia, hasil panennya bisa meningkat jadi hasil jualnya juga bisa bertambah,” kata Eni.

Teknik salibu adalah tanaman padi yang tumbuh lagi setelah batang sisa panen ditebas/dipangkas, tunas akan muncul dari buku yang ada didalam tanah tunas ini akan mengeluarkan akar baru sehingga suplai hara tidak lagi tergantung pada batang lama, tunas ini bisa membelah atau bertunas lagi seperti padi tanaman pindah biasa, inilah yang membuat pertumbuhan dan produksinya sama atau lebih tinggi dibanding tanaman pertama.

Dari Balitbang Pertanian, manfaat teknik padi salibu antara lain, dapat meningkatkan produktivitas hasi lahan, 3-6 ton/ha melalui peningkatan Indeks Panen (IP) (0,5 – 1 panen/tahun). Teknik ini juga dapat menekan biaya upah kerja usaha tani sekitar 45 persen dibanding budidaya tanam pindah karena pada padi salibu tidak mengeluarkan biaya pengelolaan tanah, biaya benih, pesemaian, dan upah tanam.

Masih di waktu yang sama selaku Direktur Eksekutif Gerpis Dr. Nina Kurnia Hikmawati, SE., MM menyampaikan, “pada hari ini merupakan tonggak awal bagi kami Gerakan Pilihan Sunda yang telah membuat momentum bagi masyarakat sekitarnya, khusus bagi Sunda untuk Dunia, yang terjadi yaitu kami membuat sebuah teknologi tehnik Salibu yaitu bagaimana bercocok tanam padi tidak menggunakan pupuk dan lain sebagainya, ini bisa menjadi solusi nyata untuk masyarakat Indonesia dan bisa ditiru untuk di seluruh dunia karena ini adalah solusi yang dapat dimanfaatkan”, pungkasnya.[red]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *