Pemkot Cimahi Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Sesar Lembang Jadi Perhatian

Pemerintahan169 views

REPUBLIKAN – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Sosial memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana dengan menggelar Workshop Rencana Kontingensi Klaster Pengungsian dan Perlindungan Kota Cimahi Tahun 2026 di Aula Gedung C Pemerintah Kota Cimahi, Senin, 19 Oktober 2026.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan, kesiapsiagaan menjadi bagian penting dalam upaya melindungi keselamatan masyarakat, terutama mengingat Kota Cimahi memiliki potensi ancaman bencana gempa bumi yang berkaitan dengan aktivitas Sesar Lembang.

Saat membuka kegiatan, Ngatiyana mengingatkan masyarakat dan seluruh unsur penanggulangan bencana agar tetap waspada tanpa harus diliputi kepanikan.

“Kita tidak perlu panik, tetapi kita juga tidak boleh lengah. Kesiapsiagaan bukanlah tanda ketakutan, melainkan bukti bahwa kita peduli terhadap keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Ngatiyana, upaya mitigasi dan kesiapsiagaan perlu dilakukan sejak dini melalui perencanaan yang matang, penguatan kapasitas personel, serta koordinasi antarpihak. Dengan demikian, penanganan bencana dapat berjalan lebih cepat dan terarah ketika situasi darurat terjadi.

Antisipasi Bencana Saat Musim Hujan

Selain ancaman gempa bumi, Pemkot Cimahi juga menaruh perhatian terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama menjelang musim hujan. Banjir dan tanah longsor menjadi sejumlah risiko yang perlu diantisipasi melalui kewaspadaan serta kesiapan seluruh unsur terkait.

“Saat ini musim kemarau, jangan sampai nanti musim hujan terjadi banjir, tanah longsor dan sebagainya,” ungkap Ngatiyana.

Ia mengingatkan pentingnya memperhatikan situasi dan kondisi di lapangan agar potensi bencana dapat diantisipasi sedini mungkin. Kesiapan sumber daya dan personel dinilai menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko serta dampak yang ditimbulkan.

Workshop tersebut diikuti Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Cimahi dan Kampung Siaga Bencana (KSB) dari lima kelurahan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman petugas dan relawan mengenai peran, tanggung jawab, serta langkah penanganan bencana, khususnya dalam klaster pengungsian dan perlindungan.

Penanganan Pengungsi Harus Terkoordinasi

Melalui penyusunan rencana kontingensi, penanganan bencana didorong agar lebih terkoordinasi dengan pembagian tugas yang jelas di antara pihak-pihak yang terlibat. Hal ini diperlukan agar proses evakuasi, pengelolaan pengungsian, hingga pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak dapat dilakukan secara optimal.

Penanganan pengungsi tidak hanya berfokus pada penyediaan tempat tinggal sementara, tetapi juga harus memperhatikan pemenuhan kebutuhan dasar, keamanan, serta perlindungan kelompok masyarakat yang terdampak bencana.

Ngatiyana menekankan bahwa sumber daya harus disiapkan, personel perlu mendapatkan pelatihan, dan rencana penanganan bencana harus diuji sebelum keadaan darurat terjadi.

Dengan persiapan tersebut, setiap unsur yang terlibat diharapkan dapat memahami tugas masing-masing sehingga penanganan bencana tidak terkendala oleh kurangnya koordinasi maupun ketidaksiapan di lapangan.

Pemkot Cimahi berharap penguatan kesiapsiagaan melalui workshop ini dapat meningkatkan efektivitas penanggulangan bencana sekaligus memperkuat perlindungan bagi masyarakat.

Perencanaan yang matang dan kerja sama seluruh pihak menjadi kunci agar penanganan bencana di Kota Cimahi semakin terarah, dengan keselamatan serta kebutuhan masyarakat terdampak sebagai prioritas utama.[R]

Comment