Hadapi Ancaman Destructive Fishing: POKMASWAS Jadi Garda Terdepan. PSDKP Aktif Pantau Melalui Sistem SMS Gateway

Ragam538 views

REPUBLIKAN, SUKABUMI – Dinas perikanan Kabupaten sukabumi bekerjasama dengan Kecamatan Cidahu menggelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Destructive Fishing. Acara berlangsung di Aula Kecamatan Cidahu, Selasa (7/11/23).

Camat Cidahu, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kecamatan Cidahu sangat mendukung kegiatan ini demi kelestarian sumberdaya perikanan.

Sementara itu Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi Nunung Nurhayati mengatakan Pemkab berkomitmen terhadap pengelolaan sumberdaya perikanan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Sukabumi nomor 1 tahun 2023 tentang Pengelolaan Perikanan.

Dirinya menekankan peran serta masyarakat dalam pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan dapat dilakukan dengan membentuk POKMASWAS (Kelompok Masyarakat Pengawas) Diketahui Saat ini di Kabupaten Sukabumi terdapat 17 POKMASWAS.

“POKMASWAS berperan membantu pemerintah dalam upaya penyadaran hukum melalui sosialisasi, himbauan dan pelaksanaan dengan melaksanakan prinsip 3M ( Melihat/Mendengar, mencatat dan melaporkan)” ungkapnya

Perwakilan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Iim Naimah

dalam paparannya menyampaikan bahwa POKMASWAS berperan untuk memantau dan melaporkan tindakan yang membahayakan/ menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan kelestarian sumber daya, Membantu sosialisasi aturan untuk membuat masyarakat luas patuh terhadap aturan, Bekerjasama dan membantu Ditjen PSDKP dalam pelaksanaan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan.

” KKP memiliki sistem pemantauan melalui SMS Gateway data tersebut kemudian masuk ke Pusat Pengendalian untuk kemudian diolah dan menjadi informasi untuk kegiatan pengawasan” jelasnya

Diantara kegiatan destructive fishing yang banyak dilakukan di perairan darat diantaranya penggunaan setrum dan racun.

“Berdasarkan laporan dari komunitas pemancing bahwa alat setrum dijual secara online dan hal tersebut sudah ditindaklanjuti dan menjadi perhatian kementerian” tegasnya

(Dev)

Comment