Youth Voice Festival 2023 di Bandung Gaungkan Pemilu Bersih

Politik936 views

REPUBLIKAN, Bandung – Forum Politisi Muda Indonesia (FMPI) yang berdiri sejak 17 September 2022 di Jakarta, penggerak dan aktivisnya kalangan muda dari berbagai warna dan entitas politik, yang berasal pula dari berbagai daerah.”Intinya, kami punya rasa resah yang sama dan mendalam, sekaligus memiliki gagasan mulya, ingin mengangkat nasib pemuda, utamanya dalam hal kualitas politik dan demokrasi di negeri ini,”papar Indri Hafsari selaku fungsionaris DPW Partai Solidaritas Indonesia Jabar yang diamini rekannya Nina Fitriana fungsionaris DPD BMI Jabar selaku sayap partai PDIP.

Lanjutnya Ketua FPMI Yoel Yosapath yang dalam sambutan memperkenalkan sosok organisasinya sekaitan gelaran Youth Voice Festival 2023 di Ballroom Hotel Ibis Trans Studio Bandung (21/12/2023) yang bersuasana khas dan meriah, karena melibatkan ratusan aktivis organisasi kepemudaan ‘kental rasa kaukus yang guyub’ dari berbagai elemen partai di Indonesia,”kini terdiri dari 20 orang Presidium Nasional, sekarang punya 9 Pengurus Wilayah,” terang Yoel Yosapath yang disambut reaksi positif oleh ratusan hadirin.

Alhasil kemeriahan Youth Voice Festival 2023 sejak Kamis petang dan berakhir pada malam hari itu, sebelumnya sempat menghadirkan Manshur Praditya atau akrab dikenal sebagai Manshur Angklung bernuansa ‘EDM International Class’, plus talk show dari Tim Kampanye Nasional (TKN Capres-Cawapres), akhirnya mengerucut:

Mendukung Pemilu 2024 tanpa money politics, hoax campaign, dan politik identitas,” serempak dikumandangkan oleh penyelenggara dan hadirin Youth Voice Festival 2023. Lainnya Amul HB Bendahara FPMB kepada redaksi menyatakan,”setidaknya jelang debat capres dan cawapres besok tuh di Jakarta (22/12/2023 – red), kami ingatkan lagi Pemilu 2024 harus bebas dari politik uang, kampanye hitam, juga politik identitas.”

Sementara itu Muhammad Ziad Ananta Sekertaris FPMI menyatakan bahwa visi dan misi serta aktivitas organisasinya,”sarat dengan unsur edukasi politik kepada generasi muda,” ujarnya dengan menambahkan – “meminta komitmen dari tiga kandidat capres – cawapres menghindarkan dari unsur money politics, polarisasi politik, hoax, politik identitas, hate speech, dan lainnya.”

Pengamatan redaksi pada Kamis malam itu, dikumandangkan dengan lebih intens oleh seluruh peserta dari 9 wilayah FPMI di Indonesia, yakni: 1. Mendorong affirmation action, kuota usia muda sebanyak 20 persen dalam kontestasi politi/pemilu. 2. Mendorong pembatasan masa jabatan bagi anggota legislatif di tiap tingkatan. 3. Mendorong hadirnya negara dalam pemberian pendidikan politik bagi anak muda secara massif.[R/hs]

Comment