GEKBRENG, Seni Lokal Sukabumi Menuju Warisan Budaya Tak Benda Apresiasi Mahasiswa UMMI Sukabumi

REPUBLIKAN, SUKABUMI – Sukabumi terus berupaya memajukan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dengan mengusung karya  Seni budaya Sunda GEKBRENG. Dalam upaya ini, Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi bersama Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) serta Dewan Kebudayaan menyelenggarakan pertunjukan seni ini di Aula Gedung UMMI Sukabumi. Jumat (29/12/23).

Muhammad Maliq, Ketua Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Muhammadiyah Sukabumi, menyampaikan, Pertunjukan Seni GEKBRENG ini merupakan langkah untuk memperkenalkan kembali kepada masyarakat bahwa kita memiliki warisan budaya lokal yang perlu dilestarikan.

Harapannya adalah agar generasi penerus, khususnya para pemuda, dapat menjaga dan memperkaya kekayaan budaya Sukabumi. “Kami berharap pemuda dapat menjadi garda terdepan dalam melestarikan ragam budaya yang sangat kaya di Sukabumi ini,” tambahnya.

Masih ditempat yang sama Dr. Fenty Sukmawati, Dosen Program Studi Sastra Inggris, mengatakan, “Kegiatan ini luar biasa. Antusiasme mahasiswa sangat terlihat. Penting bagi mereka mengenal Seni GEKBRENG, karena tanpa pengenalan seperti ini, bagaimana generasi mendatang akan memahaminya? Melalui pengambilan konsep dari Sanggar Seni GEKBRENG, telah membawanya ke seminar nasional di Makassar dan hasilnya terdokumentasi sebagai proceeding. Diperlukan penelitian untuk menjadikannya Warisan Budaya Tak Benda, dan berharap eksporasi ini akan berlanjut secara berkelanjutan.

“Saya fokus pada pengenalan seni kepada mahasiswa dan masyarakat karena keunikan Seni GEKBRENG ini. Sebagai dosen di Program Studi Sastra Inggris, saya betul-betul menekankan bahwa sastra tidak hanya berbicara tentang bahasa Inggris, melainkan juga tentang budaya dan seni. Budaya lokal harus diangkat untuk menjadi bagian dari kesadaran global,” tambahnya.

Sementara itu Anita Mulyani, Sekretaris Disbudpora Kabupaten Sukabumi, menekankan pentingnya mengenal lebih dekat budaya GEKBRENG. “Ini merupakan warisan turun-temurun yang mengakar kuat di daerahnya. Melalui kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Sukabumi, kami berusaha mempertontonkan kekayaan seni ini, terutama bagi generasi muda.” jelasnya.

Diharapkan budaya seperti GEKBRENG dapat terus dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi muda. “Disbudpora berkomitmen untuk mendaftarkan Seni GEKBRENG sebagai Warisan Budaya Tak Benda, yang saat ini sudah mencapai tingkat nasional namun membutuhkan persyaratan tambahan, termasuk penampilan dan apresiasi dari masyarakat luas.” tandasnya.

Diketahui Seni Sunda grup GEKBRENG adalah singkatan dari GEK (duduk) BRENG (mulai/ langsung) Seni Sunda ini di pimpin Abah Oyom yang berdomisili di Kampung Cirendeu Nyalindung Kabupaten Sukabumi

(Dev).

Comment