Pemkab Cianjur Menggelar “High Level Meeting (HLM)” jawab Tantangan Potensi Tekanan Inflasi Pangan Tahun 2024.

Pemerintahan695 views

REPUBLIKAN, CIANJUR – Bank Indonesia Jawa Barat bersinergi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD)Kabupaten Cianjur menggelar High Level Meeting (HLM) dalam rangka menjawab tantangan potensi tekanan inflasi pangan di tahun 2024, Bertempat di Pendopo Cianjur, Kabupaten Cianjur. Senin, (22/01/2024).

Gagasannya bertajuk “Cianjur Project”. Simbolis programnya dengan penandatanganan naskah Komitmen Ekosistem Ketahanan Pangan dan Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Barat (Jabar) oleh Kepala Bank Indonesia Jabar Erwin Gutawa Hutapea, Bupati Cianjur Herman Suherman, Kelompok Tani Tipar Jaya, dan pimpinan 5 Pondok Pesantren (Pontren).

Diantara 5 pontren di Kabupaten Cianjur yang bakal jadi percontohan, diantaranya Ponpes Daar Adnan, Ar-Risalah, Al-Mughniyyah, Al-Kautsar, dan Al-I’tishom.

Kepala BI Jabar, Erwin Gutawa Hutapea menerangkan program dan sinergitas bertajuk ‘Cianjur Project’ itu digulirkan dalam rangka menyiasati inflasi. Pasalnya, lanjut Erwin Cianjur merupakan daerah produsen padi terbesar di Jabar.

“Berbagai upaya inovatif dalam memperkuat ketahanan pangan di daerah menjadi sangat penting guna menjaga dan meningkatkan momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus mengantisipasi potensi tekanan inflasi,” kata Erwin.

Senada, Kepala Biro Perekonomian Pemprov Jabar, Yuke Mauliani Septina menyampaikan apresiasi atas inisiasi program Cianjur Project. Menurut Yuke, pengembangan pondok pesantren sebagai unit usaha pendukung ekosistem ketahanan pangan dan pengendalian inflasi sudah tepat.

“Cianjur Project juga diharapkan dapat menjadi solusi pengendalian inflasi jangka menengah, mendukung pengentasan kemiskinan, pengangguran dan stunting, sekaligus mendorong potensi Jawa Barat Selatan sebagai motor pertumbuhan selain Jawa Barat Utara,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Cianjur, H. Herman Suherman mengatakan, seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Cianjur serta seluruh stakeholders terkait di wilayah Cianjur siap untuk bersinergi dengan Bank Indonesia.

Lanjutnya, H. Herman, guna secara konsisten mendukung implementasi Ekosistem PANGSI dan perluasan digitalisasi yang digagas dalam Cianjur Project.

“Ke depan, Ekosistem PANGSI berpotensi untuk diperkuat dengan optimalisasi implementasi Perdagangan Antar Daerah dalam kerangka Kerjasama Antar Daerah. Sehingga, kebermanfaatan ekosistem dalam mengantisipasi potensi tekanan inflasi ini dapat dirasakan tidak hanya bagi masyarakat wilayah Cianjur, melainkan hingga ke Provinsi Jawa Barat dan Nasional,” ungkapnya Bupati.

Diketahui, salah satu daerah produsen padi terbesar di Jawa Barat adalah Kabupaten Cianjur. Sebagai sektor penopang perekonomian, aktivitas pertanian di Kabupaten Cianjur, saat ini masih konvensional. Alhasil potensi panen belum terealisasi secara optimal.

Menjawab tantangan potensi tekanan inflasi pangan di 2024, Bank Indonesia Jabar bersinergi dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan program unggulan Cianjur Project ini.

(Widi)

Comment