SMAN 12 Bandung Klarifikasi Dugaan Rekaman Tak Pantas, Tegaskan Komitmen Lindungi Siswa

Edukasi451 views

REPUBLIKAN, Bandung – Pihak SMAN 12 Bandung memberikan klarifikasi atas kasus yang melibatkan salah satu alumninya berinisial AS, yang telah resmi lulus pada 5 Mei 2025. AS diduga terlibat dalam tindakan yang tidak pantas, yakni merekam aktivitas siswi secara diam-diam di dua lokasi berbeda, yaitu di toilet sekolah dan saat kegiatan di sebuah vila di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Dalam konferensi pers yang digelar bersama Forum Wartawan Pendidikan Jawa Barat, Kepala SMAN 12 Bandung, Hj. Enok Nurjanah, M.Pd.I., menyampaikan bahwa pihak sekolah sangat prihatin atas kejadian tersebut dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian.

“Kasus ini saat ini tengah ditangani oleh pihak berwenang. Kami ingin meluruskan beberapa informasi yang beredar, salah satunya terkait isu bahwa AS adalah cucu saya. Itu tidak benar, karena anak-anak saya belum ada yang menikah,” tegas Enok.

Dua Lokasi, Dua Laporan Terpisah

Enok menjelaskan bahwa terdapat dua kejadian yang dilaporkan ke pihak kepolisian. Pertama terjadi di luar sekolah, dalam sebuah kegiatan yang digelar alumni di Lembang. Kedua, dugaan adanya kamera tersembunyi di toilet sekolah.

Sekolah menyampaikan bahwa kegiatan malam keakraban tersebut tidak berada dalam tanggung jawab sekolah dan tidak mendapat izin resmi dari pihak sekolah.

“Sekolah hanya memfasilitasi kegiatan resmi di dalam lingkungan sekolah. Segala kegiatan di luar sekolah, apalagi yang digelar secara mandiri oleh alumni, bukan bagian dari tanggung jawab kami,” jelas Ir. H. Budi Susilo, Pembina Komite SMAN 12 Bandung.

Tindak Lanjut dan Dukungan untuk Korban

Menanggapi kejadian ini, SMAN 12 Bandung bergerak cepat memberikan dukungan kepada siswa yang terdampak. Sekolah telah bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung untuk memberikan layanan konseling dan pendampingan psikologis.

“Kami memastikan para siswa mendapatkan pendampingan yang dibutuhkan. Kami juga memfasilitasi proses pelaporan ke kepolisian dengan memberikan kendaraan sekolah bagi korban dan saksi,” ujar Enok.

Pihak sekolah juga menegaskan tidak memberikan bantuan hukum bagi pelaku, karena kasus ini telah ditangani oleh aparat kepolisian dan sudah masuk dalam ranah hukum pidana.

Langkah Preventif dan Penguatan Karakter

Sebagai langkah preventif ke depan, SMAN 12 Bandung akan memperketat pengawasan terhadap penggunaan ponsel di lingkungan sekolah. Mulai tahun ajaran baru, ponsel siswa akan disimpan di loker selama jam pelajaran berlangsung, sesuai dengan arahan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Selain itu, sekolah juga terus mengembangkan berbagai program pembinaan karakter seperti Inspirasi Pagi, Agen Perubahan, serta kerja sama dengan psikolog dan alumni untuk membentuk pribadi siswa yang berintegritas dan bertanggung jawab.

“Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kami semua. Kami sangat menyesalkan dan prihatin, namun juga menjadikan ini momentum untuk memperkuat sistem pengawasan dan pembinaan di sekolah,” tutup Enok.[R]

Comment