Rafael Situmorang Anggota DPRD Jabar Tunjukkan Solidaritas, Dukung Penuh Aksi “Save SMANSA Bandung Alumni 87 Menggugat”

Edukasi, Politik587 views

REPUBLIKAN, Kota Bandung – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang, menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan penyelamatan SMAN 1 Kota Bandung yang tengah menghadapi sengketa lahan. Dalam aksi solidaritas bertajuk “Save SMANSA Bandung Alumni 87 Menggugat” yang digelar Minggu (15/6/2025), Rafael hadir langsung di lokasi sebagai bentuk komitmennya untuk mempertahankan eksistensi sekolah legendaris ini.

“Hari ini saya hadir untuk menunjukkan solidaritas agar SMAN 1 Kota Bandung tetap ada di sini. Sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga bagian dari warisan sejarah dan budaya pendidikan di Jawa Barat,” tegas Rafael yang kini duduk di Komisi I DPRD Jawa Barat.

SMAN 1 Bandung, yang berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda (Dago), tengah berada dalam ancaman relokasi akibat sengketa kepemilikan lahan dengan Perkumpulan Lycem Kristen (PLK). Aksi solidaritas tersebut dihadiri ratusan alumni, guru, dan simpatisan yang mengenakan atribut khas serta membawa spanduk bertuliskan “Save SMANSA 87” dan “Pertahankan Sekolah Kami”.

Pemerintah Provinsi Bertindak: Siap Menang di Meja Hukum

Dalam konferensi pers yang digelar bersamaan dengan aksi, Tim Biro Hukum Pemprov Jabar menegaskan bahwa Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman, telah memberi instruksi langsung untuk melawan gugatan PLK dengan melakukan upaya banding di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta.

“Biro hukum sudah membuat memori banding, memperkuat dalil-dalil serta menyampaikan bukti baru. Saat ini tinggal menunggu jadwal sidang di PTTUN Jakarta,” ungkap Arif, perwakilan Biro Hukum Pemprov Jabar.

40.000 Alumni Bersatu, Advokasi Berlanjut hingga Tingkat Nasional

Ketua Tim Hukum SMAN 1 Bandung, Arief Budiman, memastikan bahwa seluruh proses hukum akan terus dikawal hingga mencapai kekuatan hukum tetap. Ia juga menyebut lebih dari 40.000 alumni berdiri tegak dalam perjuangan mempertahankan sekolah yang berdiri sejak 1950 ini.

“Ini baru awal perjuangan. Kami minta semua pihak untuk tidak lelah, tetap mengawal, dan memastikan adik-adik kita tetap bisa belajar tanpa gangguan,” tegasnya.

Senada, Arnold Siahaan dari Tim Hukum IKA SMANSA Bandung menegaskan kesiapan tim advokasi untuk hadir dalam forum resmi seperti DPR RI maupun DPRD Jawa Barat.

“Kami siap bersuara di forum manapun demi menyelamatkan sekolah ini. Surat akan kami layangkan ke seluruh komisi, hingga suara kami terdengar secara nasional,” ujarnya.

Dukungan Mengalir dari Tokoh Nasional dan Daerah

Selain Rafael Situmorang, aksi ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah. Hadir di antaranya Rieke Diah Pitaloka (Komisi IX DPR RI), Habib Syarief Muhammad (Komisi X DPR RI), Dan Satriana (Ketua Ombudsman RI), Maulana Yusuf (Komisi V DPRD Jabar), dan sejumlah legislator lainnya yang turut menyuarakan dukungan bagi keberlangsungan SMAN 1 Bandung.

Mereka menyampaikan keprihatinan atas ancaman terhadap institusi pendidikan bersejarah ini dan menyerukan agar pemerintah tegas berpihak pada masa depan pendidikan generasi muda.

Harapan: Titik Balik Menyelamatkan Warisan Pendidikan

Aksi “Save SMANSA 87” diharapkan menjadi momentum penting untuk menyatukan berbagai pihak demi menyelamatkan sekolah yang telah mencetak puluhan ribu alumni berprestasi. SMAN 1 Bandung bukan sekadar institusi pendidikan, tetapi simbol sejarah dan kebanggaan warga Jawa Barat.

Rafael menutup pernyataannya dengan pesan kuat, “Jangan sampai warisan pendidikan seperti SMAN 1 Bandung justru tergerus oleh kebijakan yang tidak berpihak pada masa depan generasi muda. Kita harus berdiri bersama untuk mempertahankannya.”[R]

Comment