FWP Jabar Soroti SPMB Tahap I 2025: Server Sempat Down, Oknum Titipan Muncul, Sekolah Tetap Jaga Integritas

Edukasi442 views

REPUBLIKAN, Kota Bandung – Forum Wartawan Pendidikan Jawa Barat (FWP Jabar) menyampaikan evaluasi kritis terhadap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahap I jenjang SMA, SMK, dan SLB untuk tahun ajaran 2025/2026. Meski secara umum dinilai berjalan lancar, FWP menemukan sejumlah persoalan di lapangan, mulai dari gangguan server hingga upaya menitipkan calon siswa oleh oknum aparat.

Ketua FWP Jabar, Ahmad Mualif, menjelaskan bahwa gangguan teknis terjadi cukup masif pada dua hari pertama pelaksanaan, 10–11 Juni 2025. Hampir seluruh wilayah di 27 kabupaten/kota Jawa Barat terdampak. Server pusat sempat lumpuh, menyebabkan calon siswa kesulitan mengunggah dokumen pendaftaran baik secara mandiri maupun melalui sekolah.

“Orangtua panik, banyak yang akhirnya datang langsung ke sekolah. Di daerah pelosok, kendala jaringan internet memperparah situasi,” ujar Ahmad dalam keterangannya, Selasa (17/6/2025).

Gangguan teknis mulai teratasi pada hari ketiga, namun FWP Jabar menemukan indikasi lain yang tak kalah serius: munculnya oknum yang mencoba menitipkan calon murid ke sekolah-sekolah favorit.

“Kami menyaksikan langsung oknum aparat datang ke sekolah unggulan dengan membawa nama atasan, meminta agar anaknya diprioritaskan. Meski dihadapi secara emosional, pihak sekolah menolak dengan tegas,” tegas Ahmad.

FWP menilai sikap tegas sekolah adalah bentuk nyata dari komitmen menjaga integritas seleksi. Ini sejalan dengan pakta integritas yang telah disempurnakan sejak tahun lalu, menegaskan prinsip transparansi, keadilan, dan penolakan segala bentuk intervensi.

Pendaftaran Tahap I sendiri terbuka melalui beberapa jalur: SMA meliputi domisili (35%), afirmasi (30%), dan mutasi (5%); SMK membuka jalur domisili terdekat (10%), afirmasi (30%), mutasi (5%), serta persiapan kelas industri (20%). Sementara SLB tidak menggunakan sistem jalur, namun disesuaikan dengan kebutuhan khusus dan rekomendasi tim ahli. Seluruh pendaftaran resmi ditutup pada Senin, 16 Juni 2025 pukul 20.00 WIB.

FWP juga mencatat bahwa pendaftar SMK masih banyak yang memilih datang langsung ke sekolah, baik untuk konsultasi jurusan maupun karena keterbatasan perangkat. Sebaliknya, calon siswa SMA umumnya lebih siap dengan sistem daring dan mendaftar dari rumah.

Meskipun ada kendala, FWP Jabar menilai pelaksanaan tahap pertama tetap dalam koridor yang wajar dan terkendali.

“Secara umum, cukup lancar. Ini berkat komitmen sekolah dan pesan tegas dari Gubernur Jabar, Kang Dedi, bahwa tak boleh ada titipan atau kecurangan dalam proses SPMB,” pungkas Ahmad.

FWP Jabar memastikan akan terus melakukan pengawasan terhadap seluruh tahapan SPMB melalui fungsi kontrol sosial, sebagaimana diamanatkan oleh UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.[R]

Comment