“Raja Sawer” Haji AW Terkesan dengan Letjen Iwan Setiawan: Sosok Pemimpin Merakyat, Layak Bintang Empat

Ragam558 views

REPUBLIKAN, Kota Bandung – Sosok Haji Asep Gunawan atau yang lebih dikenal sebagai Haji AW kembali menjadi sorotan publik. Dikenal luas sebagai “Raja Sawer” karena kemurahan hatinya berbagi rezeki kepada masyarakat, pria berusia 65 tahun ini ternyata memiliki kekaguman yang mendalam terhadap Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif), Letjen TNI Iwan Setiawan, S.E., M.M.

Kekaguman tersebut disampaikannya di sela acara pagelaran wayang golek yang digelar Danpussenif di Lapangan Wirotama, Kota Bandung, pada peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80. Haji AW menyebut Letjen Iwan sebagai sosok pemimpin inspiratif yang layak mendapat bintang empat.

“Pak Iwan itu luar biasa, dekat dengan rakyat, dekat dengan anggota. Loyalitasnya terhadap TNI tidak diragukan. Saya kenal beliau sejak pangkat Letkol, waktu itu masih di Pusdikpassus,” ungkap Haji AW kepada awak media, Minggu (17/08/2025)

Menariknya, Haji AW juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat melukis sosok Letjen Iwan secara spontan. Meski bukan seniman profesional, ia mengaku membuat lukisan itu dengan penuh kekaguman dan ketulusan.

“Saya ini otodidak. Nggak ada latar belakang seni, cuma karena hati saya tergerak, jadi saya lukis beliau. Itu spontan, tanpa rencana,” ujarnya.

Pagelaran wayang golek yang digagas oleh Danpussenif menjadi bukti nyata, menurut Haji AW, bahwa Letjen Iwan Setiawan adalah pemimpin yang mengerti pentingnya budaya dalam membangun kedekatan antara TNI dan masyarakat.

“Beliau bukan hanya jenderal, tapi juga pemimpin budaya. Menggelar acara wayang untuk rakyat di Hari Kemerdekaan, ini bentuk nyata kepedulian dan kebersamaan,” tambahnya.

Sebagai sesama putra daerah asal Jawa Barat, Haji AW juga menyampaikan harapannya agar Letjen Iwan Setiawan bisa terus menapaki jenjang karier hingga puncak.

“Saya selalu doakan beliau agar sehat, panjang umur, dan kariernya terus naik. Kalau Allah izinkan, semoga beliau jadi jenderal bintang empat. Kita orang Sunda harus dukung putra daerah yang berprestasi,” ujarnya penuh semangat.

Dari Kontrakan Sempit ke Panggung Sosial

Sosok Haji AW sendiri bukan nama asing di kalangan masyarakat Jawa Barat. Dikenal sebagai dermawan sejati, ia pernah mengalami masa sulit hidup dalam kemiskinan, tinggal di rumah kontrakan kecil. Namun, kerja keras membawanya menjadi salah satu pengusaha sukses di bidang properti, sebelum akhirnya pensiun dan menyerahkan tongkat estafet bisnis kepada anak-anaknya.

Kini, ia lebih banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan sosial dan budaya. Lewat media sosial, Haji AW aktif berbagi rezeki, mengadakan khitanan massal, dan membagikan sembako, tanpa mengharapkan imbalan apapun.

“Saya lakukan ini semua hanya karena Allah. Tidak ada motivasi selain ibadah dan ingin bermanfaat bagi sesama,” ungkapnya.

Rumah Haji AW juga dikenal sebagai tempat berkumpulnya para seniman Sunda, mulai dari almarhum Abah Darso hingga Kang Ibing, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya daerah.

“Dengan adanya paguyuban dan komunitas budaya, saya percaya seni Sunda makin maju. Alhamdulillah, sekarang lebih baik daripada dulu,” pungkasnya.[R]

Comment