Menuju 2045, Habiburokhman Minta HMI Tinggalkan Pola Lama dan Perkuat Kaderisasi

Politik99 views

REPUBLIKAN, Kab Bandung – Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menegaskan pentingnya transformasi besar dalam tubuh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk menjawab tantangan visi Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan dalam paparannya bertajuk *“Membangun Konsep HMI Berdampak”* pada kegiatan Silaturahmi Akbar KAHMI dan FORHATI Kabupaten Bandung di Jatinangor, Sabtu (2/5/2026).

Menurut Habiburokhman, keberhasilan Indonesia saat memasuki usia seabad sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. Dalam konteks itu, HMI dinilai memiliki peran strategis sebagai wadah kaderisasi pemimpin bangsa lintas sektor.

“HMI harus mampu menjadi lumbung kader strategis yang tidak hanya kuat secara intelektual, tetapi juga progresif dalam merespons perubahan zaman,” ujarnya.

Empat Pilar Menuju Indonesia Emas

Dalam paparannya, Habiburokhman menekankan empat pilar utama yang harus menjadi arah gerak HMI ke depan, yakni peningkatan kualitas SDM, pembangunan berkelanjutan, penguatan demokrasi dan stabilitas, serta penguatan peran HMI sebagai rumah kaderisasi pemimpin nasional.

Ia menilai, kader HMI ke depan tidak cukup hanya unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki kemampuan berpikir sistematis serta kepekaan terhadap isu-isu strategis, termasuk ekonomi berkelanjutan dan politik kebangsaan.

Tantangan Era Post-Truth

Habiburokhman juga mengingatkan adanya tantangan serius di era *post-truth*, di mana kebenaran kerap dikalahkan oleh opini dan persepsi.

“HMI tidak boleh terjebak dalam pola lama yang stagnan. Organisasi ini harus berani bertransformasi menjadi gerakan rakyat yang menyuarakan kebenaran berbasis argumentasi kuat, bukan sekadar mengikuti arus atau terjebak romantisme gerakan masa lalu,” tegasnya.

Konsolidasi Berbasis Aksi Nyata

Di akhir penyampaiannya, ia mengajak seluruh kader dan alumni untuk memaksimalkan peran di posisi masing-masing sebagai bentuk perjuangan nyata. Konsolidasi organisasi, lanjutnya, harus lebih mengedepankan substansi dan aksi konkret dibanding sekadar kegiatan seremonial.

Dengan militansi “Yakusa” dan jaringan alumni yang tersebar di berbagai sektor strategis, HMI diyakini mampu menjadi motor penggerak dalam mewujudkan demokrasi yang sehat serta kesejahteraan nasional.

“Transformasi HMI bukan lagi pilihan, melainkan keharusan sejarah. Jika mampu menyelaraskan kualitas SDM dengan komitmen ideologis, HMI akan menjadi jangkar penting menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Habiburokhman.[R]

Comment