BOMA Jabar Nilai Kedaton Giri Nusantara Berpotensi Jadi Pusat Wisata Budaya Baru di Subang

Ragam13 views

REPUBLIKAN, Kabupaten Subang – Sekretaris Jenderal Baresan Olot Masyarakat Adat (BOMA) Jawa Barat, Eka Santosa, mengapresiasi pembangunan kawasan budaya dan wisata Kedaton Giri Nusantara yang berlokasi di Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Apresiasi tersebut disampaikan Eka saat berkunjung ke padepokan Kedaton Giri Nusantara pada 10 Mei 2026 bersama sejumlah rekannya. Rombongan diterima langsung oleh pimpinan padepokan yang akrab disapa Ki Semar Romo Bayu Suryoadiwinata.

“Praktis baru enam bulan kami kerjakan. Alhamdulillah, semuanya selalu dilancarkan,” ujar Romo saat ditemui di kawasan padepokan.

Selain dikenal sebagai pimpinan padepokan, Romo juga diketahui terlibat sebagai pemeran dalam film Dukun Magang yang dijadwalkan tayang pada 16 Mei mendatang.

Romo menjelaskan, Kedaton Giri Nusantara dirancang sebagai kawasan wisata dan budaya bernuansa kerajaan dengan memadukan unsur budaya Sunda dan Jawa. Hingga saat ini, sekitar lima hektare lahan telah dikembangkan dengan berbagai fasilitas seperti pendopo, kolam atau danau kecil, penginapan, pemandian air panas, hingga sarana peribadatan bagi berbagai pemeluk agama.

“Basisnya tetap Pancasila dan NKRI. Masih ada sekitar 16 hektare lagi yang belum dikembangkan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Romo juga memperkenalkan salah satu tamu yang hadir, yakni Paduka Yang Mulia Vicoas T.B. Amalo selaku Raja atau Manek Kerajaan Nusak Temanu, Rote, Nusa Tenggara Timur.

Menurut Eka Santosa, konsep penataan kawasan Kedaton Giri Nusantara dinilai memiliki daya tarik kuat, terutama dalam upaya pelestarian budaya bagi generasi muda.

“Sangat menarik penataan tempat ini. Semua ditata serba estetik, bahkan cenderung kolosal. Ada kolaborasi budaya Sunda dan Jawa yang kuat. Ini penting sebagai proses pewarisan nilai-nilai budaya,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut turut hadir anggota Dewan Pangaping BOMA Jawa Barat, Robin Gultom. Ia menjelaskan, salah satu agenda pertemuan adalah memperkenalkan Djen Himawan, yang dikenal sebagai kolektor karya seni, termasuk lukisan karya almarhum pelukis Umar Sumarta.

Eka menambahkan, saat ini tengah dijajaki rencana menghadirkan pameran permanen kaligrafi Al-Quran berbahan tembaga berukuran besar di kawasan padepokan tersebut.

“Ini mungkin akan menjadi salah satu daya tarik pengunjung Kedaton Giri Nusantara di Jalan Cagak, Subang,” katanya.

Secara terpisah, Djen Himawan menyatakan optimismenya terhadap pengembangan kawasan tersebut.

“Saya meyakini kolaborasi yang saling menguntungkan bagi banyak pihak akan terwujud dalam waktu dekat. Tinggal bagaimana kami menyinkronkan langkah saja,” ujarnya.

Di akhir kunjungannya, Eka Santosa kembali menyampaikan apresiasinya terhadap prakarsa pembangunan Kedaton Giri Nusantara yang digagas Romo.

“Uniknya, pembangunan ini dilakukan tanpa perencanaan di atas kertas sebagaimana lazimnya, namun hasil sementara yang terlihat sudah sangat luar biasa dalam banyak hal,” katanya.[RD & HS].

Comment